Ketukan Pintu - Episode 6.
*----------*
Pagi hari - Kediaman Alexander.
Di sebuah kamar luas dengan nuansa putih yang menenangkan, Giovanna akhirnya terbangun dari tidur lelapnya. Kepalanya masih terasa berat akibat mabuk semalam, dan pandangannya tampak bingung memandangi ruangan yang belum begitu ia kenal.
Terdengar ketukan pelan di pintu.
Hector masuk dengan senyum lembut. Ia menghampiri tempat tidur lalu membelai rambut Giovanna dengan penuh perhatian.
"Kau sudah mulai merasa lebih baik? Masih pusing?" tanyanya.
"Aku baik-baik saja, kak... cuma sedikit pusing," jawab Giovanna dengan suara serak.
Hector segera menuangkan segelas air dan menyodorkannya.
"Minum ini dulu."
Giovanna menerima gelas itu dan meneguknya perlahan. Namun tiba-tiba ia tersedak, lalu tanpa sengaja menyemburkan air itu tepat ke wajah Hector.
"M-maaf, kak!" ujarnya panik.
Hector terdiam sejenak, air masih menetes dari wajahnya. Lalu ia hanya menghela napas kecil sambil mengusap wajahnya dengan lengan baju.
"Entah apa yang sedang kau pikirkan sejak semalam," gumamnya. "Istirahat saja dulu sampai benar-benar pulih."
Ia lalu berjalan keluar kamar untuk mengganti bajunya yang basah.
Namun baru beberapa langkah di lorong, ia tiba-tiba bertabrakan dengan seseorang.
Air dalam gelas yang dibawa orang itu langsung tumpah membasahi bajunya.
Rosella berdiri kaku di hadapannya, wajahnya pucat karena panik.
"Maafkan aku, tuan!" ucapnya gugup.
Hector menatap bajunya yang kini semakin basah, lalu menghela napas panjang.
"Kenapa pagi ini sial sekali..." gerutunya pelan.
*----------*
Di ruangan lain, Isabella, Gavin, dan yang lainnya sedang sarapan sambil membahas rencana mereka selanjutnya. Charles dan para pelayan yang lainnya sibuk menyajikan hidangan vegetarian yang tampak menggugah selera. Meski usianya sudah tidak muda lagi, keahliannya dalam memasak tetap luar biasa.
Namun Gavin hanya menatap makanannya tanpa menyentuhnya sedikit pun. Wajahnya tampak murung.
Charles memperhatikannya sebentar sebelum akhirnya bertanya dengan sopan.
"Ada apa, Tuan Gavin? Tidak selera makan?"
Gavin menghela napas panjang.
"Aku tidak suka sayuran," jawabnya dengan raut cemberut.
Isabella yang duduk di seberangnya mengangkat alis. Ia lalu berdiri, mengambil beberapa sayuran dari piring saji dan meletakkannya di piring Gavin.
Aroma hangat dari hidangan itu langsung tercium.
"Berhenti bersikap seperti anak kecil," kata Isabella sambil menatapnya tajam. "Makan."
Gavin mengerang pelan, tapi akhirnya menusuk sepotong sayuran dengan garpunya dan mencicipinya dengan enggan. Wajahnya masih terlihat cemberut seperti anak kecil yang dipaksa makan.
"Ini bukan makanan... ini hukuman," gumamnya pelan.
Isabella langsung melirik tajam.
"Kau mengatakan sesuatu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lady Whitmore (ON GOING)
Misteri / ThrillerInggris, 1990. Keluarga Whitmore dikenal sebagai salah satu keluarga bangsawan paling terpandang. Namun sebuah kecelakaan tragis menghancurkan semuanya, menyisakan dua anak yang harus bertahan sendiri: Antonio dan Isabella. Di balik sikap lembut Ant...
