Bayang Gelap Camden - Episode 14.
*----------*
Di sebuah desa kecil yang miskin bernama Camden, yang artinya desa tertutup, penduduknya tengah dilanda wabah misterius. Membuat suasana desa menjadi suram dan penuh kecemasan.
Isabella dan rombongan harus menempuh perjalanan setengah jam menaiki kapal untuk sampai ke desa itu.
*----------*
Sesampainya di Camden, langit mulai menggelap. Di dermaga, Isabella melihat seorang anak laki-laki duduk termenung. Saat ia mendekat, anak itu tampak ketakutan. Untungnya, Alexander datang dan menenangkannya dengan memberikan cokelat yang membuat anak itu tersenyum.
"Siapa namamu?" tanya Isabella.
"Cairo, nona. Terima kasih untuk cokelatnya. Apakah kalian membawa makanan? Tolong beri aku" jawab Cairo dengan mata penuh harap.
Alexander dan Isabella mengikuti Cairo ke panti asuhan, tempat anak itu tinggal bersama adiknya yang sedang sakit parah. Kondisi adik Cairo lemah, dan panti asuhan sangat kekurangan dana untuk obat dan makanan.
*----------*
Panti Asuhan.
Sesampainya mereka di panti asuhan, mereka disambut oleh seorang wanita bernama Claudia.
Di dalam, Cairo menunjukkan adiknya yang sakit.
"Tuan, tolong bantulah kami. Adikku sedang sakit, panti asuhan tidak punya banyak uang untuk beli makanan dan obat" ucap Cairo.
Alexander mulai memeriksa kondisi sang adik, namun saat diminta air, air yang diberikan sangat kotor. Alexander menyadari bahwa satu-satunya sumber air di desa adalah sungai yang telah tercemar.
Mereka juga mengetahui bahwa Claudia mengelola panti itu sendirian.
Saat makan malam yang sederhana, Claudia menceritakan tentang banyak wanita muda desa yang hilang, termasuk salah satu anak panti yang tak pernah kembali setelah menerima tawaran kerja di luar desa.
"Hanya iblis yang bisa melakukan perbuatan seperti ini!" seru Isabella.
Setelah itu, mereka meninggalkan panti dengan memberikan sekantong emas, lalu pergi ke sungai untuk menyelidiki sumber pencemaran.
*----------*
Mereka kemudian mengunjungi sungai yang tercemar. Airnya berwarna aneh dan berbau bahan kimia. Seekor burung yang minum air itu mati seketika.
Seorang wanita tua hendak mengambil air dari sungai itu, tapi Alexander menghentikannya.
"Apa pilihan lain kami? Air bersih hanya tersedia di rumah bangsawan kaya, dan kami harus membayar mahal" kata wanita tua itu.
Isabella lalu meminta diantarkan ke rumah bangsawan tersebut.
*----------*
Di rumah bangsawan megah itu, terlihat anak-anak kecil dipaksa bekerja di bawah terik matahari. Seorang pria duduk santai ditemani wanita yang mengenakan gaun dan perhiasan mencolok.
Wanita itu marah pada wanita tua yang datang, mengancam akan memaksa cucunya tetap bekerja jika utang tidak segera dilunasi.
Isabella menantang dan menawarkan gelang mutiara mahalnya sebagai tebusan agar anak-anak itu dibebaskan.
Lisa tersenyum tipis, lalu seorang pria menghampiri dari dalam rumah, mengenakan setelan rapi dengan jas berwarna gelap dan sepatu yang mengilap. Tatapannya tajam namun menawan, rambutnya tersisir rapi ke belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lady Whitmore (ON GOING)
AcciónLondon, 1900 Keluarga Whitmore pernah menjadi simbol kehormatan dan kekuasaan. Namun setelah sebuah kecelakaan tragis merenggut kedua orang tua mereka, hanya Antonio dan Isabella yang tersisa. Di mata semua orang, Antonio adalah kakak yang sempurna...
