Di Balik Topeng - Episode 24.
*----------*
Alexander meletakkan kembali gelasnya, lalu membuka kancing jas dan menggulung lengan kemejanya hingga ke atas siku. Tatapan matanya dingin.
"Ada permintaan terakhir sebelum kalian mati? Karena setelah ini, tubuh kalian takkan utuh lagi."
Salah satu pria itu mendengus. "Sombong sekali, padahal hanya seorang diri."
Alexander hanya tersenyum tipis. "Aku belum mulai. Kalian lihat ini?" katanya sambil menunjuk kemejanya.
"Jika darah kalian sampai menodai pakaian mahalku, siapa yang akan menggantinya? Kalian? Mayat tak bisa bayar ganti rugi."
Mereka hendak menyerang ketika tiba-tiba, Giovanna, Hector, dan Charles yang sebelumnya terkapar mulai bangkit perlahan.
"Rencana kita gagal rupanya. Waktunya menyapu bersih semut-semut ini," ucap Alexander.
"Giovanna, berlindunglah di bawah meja."
*----------*
Flashback.
Sehari setelah pertemuan dengan Luke, ketika Isabel dan Gavin pergi entah ke mana, Alexander mengumpulkan semua orang di ruang utama kecuali mereka berdua.
Suasana ruangan tegang. Tidak ada yang benar-benar mengerti mengapa Alexander tiba-tiba memanggil mereka.
Alexander berdiri di depan perapian dengan wajah serius.
“Ada sesuatu yang harus kalian ketahui,” katanya akhirnya.
Semua mata tertuju padanya.
“Aku menyamar sebagai Luke kemarin.”
Beberapa orang langsung saling berpandangan.
Alexander melanjutkan dengan tenang, “Dan dari pertemuan itu aku mengetahui rencananya. Luke berniat meracuni kita… menggunakan sianida.”
Ruangan seketika menjadi sunyi.
Hector mengerutkan kening.
“Apa kita bisa percaya padanya?” tanyanya ragu.
Alexander menyilangkan tangannya di dada.
“Tentu tidak.”
Ia berhenti sejenak, matanya menyapu wajah mereka satu per satu.
“Tapi kita bisa memanfaatkan ini.”
“Memanfaatkan?” ulang Hector.
Alexander tersenyum tipis.
“Jika dia benar-benar mencoba meracuni kita… maka itu kesempatan kita untuk mengungkap siapa dia sebenarnya.”
*----------*
Danau.
Sementara itu di tepi danau, Gavin menarik sebuah perahu kecil dari balik semak-semak.
"Kau ingin kita naik ini?" tanya Isabella ragu.
"Kau percaya padaku, bukan? Jika jatuh, aku akan menyelamatkanmu."
Setelah ragu sesaat, Isabella akhirnya mengikuti Gavin naik ke perahu. Mereka berdua mengayuh ke tengah danau, disinari cahaya bulan yang pucat dan dingin.
*----------*
Kediaman Alexander.
Kembali ke kediaman Alexander, semua penyerang telah dilumpuhkan meskipun Hector terluka di lengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lady Whitmore (ON GOING)
Misteri / ThrillerInggris, 1990. Keluarga Whitmore dikenal sebagai salah satu keluarga bangsawan paling terpandang. Namun sebuah kecelakaan tragis menghancurkan semuanya, menyisakan dua anak yang harus bertahan sendiri: Antonio dan Isabella. Di balik sikap lembut Ant...
