Jejak Luka yang Terlupakan - Episode 8
*----------*
Pagi yang sunyi di Mansion Antonio.
Sebuah mansion putih menjulang megah di balik rindangnya pepohonan, dikelilingi tanaman hijau yang tampak terawat. Di lorong marmernya yang panjang dan berkilau, sebuah bayangan wanita tua melangkah pelan, membawa barang belanjaan daging segar dan sayuran.
Sunyi menyelimuti mansion itu, seolah rumah kosong tak berpenghuni. Langkah wanita itu terhenti di depan pintu besar berwarna hitam pekat. Begitu ia membuka pintu, sebuah bayangan pria berkostum gelap dan mengenakan topeng tiba-tiba muncul.
Tanpa aba-aba, sebuah pisau terbang melesat ke arahnya.
Wanita itu melompat cepat, menghindari pisau yang malah menghantam guci antik hingga pecah berkeping-keping. Suara pecahan guci menggema tajam, menarik perhatian.
Dari balik sudut, muncul pria berambut pirang dengan bekas sayatan di dagu kiri, matanya tajam memandang.
"Pembuat onar sudah tiba, Luke" ucap pria itu dengan nada sinis.
Wanita tua meletakkan belanjaannya di meja dan mulai membersihkan pecahan kaca dengan perlahan. Tak lama kemudian, langkah berat dan gema suara sepatu berderak menghampiri.
Dua sosok pria tinggi muncul, tatapan mereka mengerikan, menusuk ke dalam. Antonio dan Victor.
Luke melangkah mendekat dengan santai, membelai rambut Victor yang langsung menepis tangan itu dengan kasar.
"Kau masih pakai anting salib itu? Apa benda kecil itu sangat berarti?" cibir Luke.
Victor membalas tatapan dengan dingin, tak berkata sepatah kata pun.
Antonio angkat bicara dengan suara tegas.
"Hari ini, aku akan tinjau perkembangan kota. Victor dan Hugo ikut denganku. Luke, kau tetap jalankan misi dan laporkan padaku."
Dengan cepat, Antonio naik ke kereta kudanya, memandang jauh ke cakrawala yang penuh harapan sekaligus ancaman.
*----------*
Bar Oliver - Simbol Kemakmuran.
Sebuah mobil berhenti di depan sebuah bar populer bernama Oliver, tempat ramai di siang bolong.
Setiap orang yang melihat kehadiran Antonio dan rombongannya membungkuk hormat. Seorang pria berjalan menghampiri dan membungkuk.
"Sebuah keberuntungan bisa bertemu denganmu, tuan. Apa yang bisa saya bantu?"
Antonio tersenyum dingin "Aku ingin lihat bagaimana bisnis berjalan."
Seorang wanita berambut pirang datang membawa kotak kecil. Victor membukanya dan memperlihatkan sekotak kokain.
Hugo tersenyum kecil "Serahkan saja padaku, Victor takkan sentuh barang seperti ini."
Antonio mengubah topik "Kau dengar tentang kasino yang ditutup karena lelang ilegal?"
Pria itu mengangguk takut.
"Kalau hal itu sampai terjadi di sini, aku tak akan biarkan satu pun dari kalian hidup" ancam Antonio.
*----------*
Kediaman Alexander.
Isabella dan Hector duduk berhadapan di ruang kerja yang sunyi. Cahaya lampu redup membuat suasana terasa berat. Mereka sedang membahas tragedi yang selama ini menghantui masa lalu mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lady Whitmore (ON GOING)
Mystère / ThrillerInggris, 1990. Keluarga Whitmore dikenal sebagai salah satu keluarga bangsawan paling terpandang. Namun sebuah kecelakaan tragis menghancurkan semuanya, menyisakan dua anak yang harus bertahan sendiri: Antonio dan Isabella. Di balik sikap lembut Ant...
