Happy reading....
Rara di gendong Alvin karna ia malas berjalan karna merasa masih lemas.
Sekolah pun telah sepi karna bel pulang sudah berbunyi 20 menit lalu, Alvin sangat keberatan menggendong Rara , tapi Alvin menyayanginya.
Elang menatap Alvin dan Rara dari kejauhan, ia terkekeh kecil melihat ke uwuan adiknya dan sahabatnya.
" Dasar bocil," gumam Elang.
****
Alvin mengantarkan Rara pulang , sedari tadi gadis itu hanya diam dan memeluk tubuh Alvin dari belakang.
Alvin mengelus punggung tangan Rara , ia sangat khawatir, tidak biasanya Rara diam seperti ini.
Alvin menghentikan motornya di depan rumah Rara , di sana ada Reza dan teman temannya.
Reza langsung menghampiri Alvin dan Rara ," Rara sayang kamu kenapa ko lemes gitu ," saut Reza , ia menempelkan tangannya di dahi Rara ," kamu panas sayang, kamu sakit ," lanjut Reza.
Reza langsung menggendong Rara seperti bayi dan Rara menenggelamkan wajahnya di dada bidang ayahnya sedangkan tangannya ia lingkarkan di leher ayahnya.
" Rara Sedih yah ," lirih Rara
" Sedih kenapa sayang," saut Reza, mengelus punggung Rara dan membawanya ke dalam rumah.
" Kamu apain si Rara ," tanya kamlay , " aku gak apa apain dia pah, dia tadi di bully di sekolah dan di kurung di kamar mandi jadi dia pingsan , papah tau sendiri dia fobia tempat sempit dan dingin," jelas Alvin .
" APA RARA DI BULLY," pekik Caca, hingga membuat Rafael , kamlay, Alvin, Ibnu dan tetangga lainnya menutup telinga.
" Pelan pelan dong anjir, telinga gue bisa rusak nih," bentak Ibnu .
Caca tak menghiraukan Ibnu, ia menghampiri Alvin dan menarik kerah seragam Alvin .
" Siapa yang ngebully Rara ," bentak Caca.
" Aku- aku gatau Tante , yang pasti dia kakak kelas dan Elang kenal Tante ," jawab Alvin, ketakutan.
" Lepasin anak gue woy ," saut Wati , Caca melepaskan Alvin dari tangannya, ia langsung memasuki rumah untuk mengecek keadaan Rara .
" Astaghfirullah, harus kuat mental kalo tinggal di kompleks ini," saut pak RT , yang rumahnya berada tepat di samping rumah Rafael .
Elang baru saja sampai di rumah , ia bingung ada banyak orang dirumahnya.
Caca langsung menghampiri Elang," kamu kemana aja , adek kamu bisa sampe di bully sama kakak kelasnya kaya gitu!!,"saut Caca.
Elang menatap Alvin sinis, ia memutar bola matanya malas ," gak kemana-mana Bun , aku kan ada kegiatan lain selain jagain Rara ," saut Elang, ia langsung masuk kedalam rumahnya.
Ia menuju kamarnya , sebelum itu ia pergi ke kamar adiknya , ia melihat adiknya sedang berada di pelukan ayahnya .
Elang tersenyum di ambang pintu, ia mendengarkan percakapan kedua orang yang sangat ia sayang.
" Pah , " saut Rara
" Iya sayang ," jawab Reza , mengelus lembut rambut Rara.
" Papa pernah patah hati gak, " tanya Rara .
Reza mengerutkan keningnya, " pernah, emang kenapa ,"
" Aku lagi patah hati pah, " lirih Rara .
Elang yang melihat itu semakin bingung , sebenarnya apa yang terjadi pada Rara hingga membuatnya sakit hati.
Elang memasuki kamar Rara dan duduk di sebelah Rara yang sedang di peluk Reza ayahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELANG
Randomsequel rezacaca. Ini kisah Elang ... Remaja berperawakan tinggi nan tampan bak dewa Yunani yang menjomblo dan tidak pernah berfikir untuk memiliki kekasih. Yang ada di pikirannya hanya Rara ,Rara ,dan Rara , gadis imut namun sukses membuat Elang str...
