bagian 18 ( tunangan)

525 44 4
                                        

" selamat pagi sayang ku... Bangun....new.... " ucap tay sembari mengelus elus pipi new.

Kemudian new mulai terbangun walaupaun matanya belum sepenuhnya terbuka lebar.

" ayok sarapan, " ajak tay

" bukannya nanti jadwal kelas siang ya.. " ujar new

" iya..., bangun dulu gue juga mau ngomong hal penting "

" ngomong aja sekarang "

" ini tentang hubungan kita new "

Sekejap raut wajah new berubah menjadi keseriusan.

" hah? emang kenapa hubungan kita? " ucapnya sembari membangunkan tubuhnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" hah? emang kenapa hubungan kita? " ucapnya sembari membangunkan tubuhnya.

" jangan emosi dulu dong.. sebenarnya gue juga gak mau bahas ini . tapi tolong pikirin perasaan gue juga ya... " ujar tay sambil meraih tangan new.

New langsung meraih tubuh tay dan memeluknya. " gue gak mau putus, gue sayang banget sama lu tay...., jangan ditinggalin gue yaaa"

Tay mendorong tubuh new pelan dan melepaskan pelukan dari new. 
" tapi besok lu udah tunangan new, lu anggep gue apa? "

" pacar ,"

Tay tercengang mendengar ucapan new yang dengan mudahnya mengatakan itu kepadanya. Apakah new tidak memikirkan perasaan tay?

" hah!? Pacar? " kejut tay.

" tay...gue tau lu sakit hati,tapi gue juga gak mau kehilangan lu "

" kalau lu gak mau kehilangan gue, ya elu jujur ke ibu lu new...!! "

" gak bisa... ibu gue ngebet hartanya jane tay...! Makanya gue dijodohin sama jane "

" ohhh jadi gitu, yaudah gue besok sama papah gue kerumah lu mau izin nikahin lu. Ibu lu mau mahar apa? Emas? Rumah? mobil ? Uang?  Gue juga punya banyak...!!! "

" bukan cuma masalah harta ,tapi juga gender. Lu cowo tay...!! "

Sekejap pedebatan terhenti, tay mulai kebingungan ia harus bagaimana dengan hubungan new selanjutnya.
Kepala tay tertuduk. raut wajahnya seketika mendadak muram. perasaan sedih dan kecewa menjadi satu didalam hati tay.

" tay.... " ucap new memegang tangan tay pelan.

Tay menoleh menatap new.

" tay..maafin gue .kalau lu gak kuat jalani ini yaudah kita putus aja. gue juga gak mau liat lu terluka terus gara gara gue "

Tay mengusap kedua pipi new yang sudah mulai basah karena air matanya.
" jangan nangis...gue gak tega liatnya "

" kita udah putus kan? "

Tay menggelengkan kepalanya menandakan bahwa sebenarnya dia juga tidak ingin putus. Dengan perlahan ia membawa tubuh rapuh new kedalam dekapanya ,ia juga mengusap pelan punggung new, membiarkan new menumpahkan tangisanya dalam dekapan tay.

 [ Taynew ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang