bagian 32 ( menyesal)

504 45 10
                                        

Dari pagi hingga siang ini dikelas saat jam pelajarannya selesai,  ia melihat new yang kali ini tidak mencoba mendekatinya. Ia berfikir sepertinya new sudah menyerah dan mulai memahami dirinya dengan menerima keputusannya itu. Matanya sedikit melirik kearahnya mengamati raut wajah yang  terlihat bergitu sangat pucat.

Dan saat keduanya sama sama bangun dari bangkunya. Mata mereka saling berkontak mata dan new langsung memalingkan wajahnya bergegas keluar dari kelas meninggalkan tay seorang diri . 

Melihat perubahan sikap  new itu, tay sedikit tenang namun disisi lain ia juga merasa hampa. Karena sepertinya hubungan ini sudah benar benar berakhir.

Tay kembali duduk dibangkunya lagi, ia kehilangan selera untuk pergi menuju kantin. Tay yang terlihat murung menatap luar jendela menyaksikan dua insan pasangan yang saling bercumbu rayu. Ini sekilas membuatnya kembali teringat dengan moment saat dirinya masih menjalin hubungan dengan new. 

" kangen...." irih tay pelan merindukan sosok new.

Tak lama itu mild datang membawakan sekantong plastik makanan untuk tay.

" sudah kuduga lu dikelas " sapa mild berjalan menghampiri tay. 

Mild duduk didekanya sembari menyondorkan plastik  itu ditangan tay.

" apa nih? " tanya tay

" makanan, gue tau lu belum makan  "

" makasih,  tapi gue gak laper mild " tolak tay kembali memalingkan wajahnya menatap pemandangan dari luar kaca jendela.

Mild membukakan makanan dan menyuapi tay " AA... tay buka mulut mu "

Tay menggeleng geleng kepalanya menandakan tidak mau.

" ooihhh dimakan to tay!! Nanti lu sakit " sentak mild mulai kesal melihat tay yang masih galau karena putus dengan new.

" iya iya nanti gue makan "

" nanti kapan?  Sekarang tay " ucapnya sambil meletakkan sendok.

" gue gak nafsu mild, janji nanti gue makan kok hehehe"

Hati mild terenyuh menyaksikan senyuman palsu diwajah tay. Ia jadi merasa bersalah karena membantu jane membuat tay dan new putus. Padahal dirinya berfikir kalau mereka sudah putus ia akan bisa mengungkapkan perasaanya kepada tay. Namun dengan melihat ini, ia malah kehilangan keberaniannya untuk menyatakan cinta karena cukup merasa bersalah dengan perbuatannya. Menyesal ? Tentu iya, pasalnya ia malah membuat orang yang dicintainya semakin terpuruk dalam kesedihan.

" tay.... "

" hemmm?? "

" maafin gue "

Tay menoleh. Menatap kebingungan.
" maaf buat apa? "

" sebenarnya gue sama jane kerja sama buat lu putus. Ciuman waktu ditaman itu disengaja buat manas manasin lu . Maaf tay... New gak salah. Yang salah gue... "
mild menunduk menahan malu atas ulahnya. 

Tay tercengang tak menyangka dengan sahabat dari kecilnya dulu malah menghancurkan kepercayaan.

" jane bilang,  dia udah beberapa kali ini buat lu agar mutusin new. tapi gagal terus karena lu  cuma diem , sabar dan masih mempercayai new. Gue tahu kalau ucapan ini gk akan memperbaiki hubungan lu sama new. Tapi seenggaknya lu bisalah percayain lagi kalau new itu gk salah" ucap mild lagi.

" kenapa lu lakuin itu? " kata tay.

" karena Gue juga pengen lu putus sama new . Lo itu terlalu sabar tay...! Lu mau aja dijadikan kedua . "

 [ Taynew ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang