Kenapa Gue Selalu Mual

40.3K 2.7K 6
                                        

Jika duka lebih kuat dari pada kebahagiaan, apa pantas aku merasa bahagia?

_Rania Mahendra_

***

Sebulan berlalu sejak peristiwa pemerkosaan sekaligus tindak kekerasan yang menimpa Rania. Sejak itu pula Rania tidak pernah berangkat sekolah, guna menghindar dari lawan jenisnya. Terutama Marsel.

Tapi dalam rentang waktu itu Rania mulai berubah, gadis itu bersedia bicara meski tidak banyak. Ia juga mau diajak keluar kamar sekedar untuk makan, mengobrol atau bahkan bercengkerama ringan dengan anggota keluarganya.

Soal kasus Rania sendiri, berhubung gadis itu belum bersedia membuka suara. Bahkan cenderung lepas kontrol saat ditanya perihal peristiwa kelam itu, mau tak mau dari pihak kepolisian harus menunda penyelidikan. Sesuai permintaan Arya dan Maia.

"Mah."

Rania menyusuri anak tangga hingga kakinya berhasil mencapai dapur, namun tidak ada siapapun disana. Rania mengernyit heran, ia melihat jam dinding yang bertengger anggun di dinding dekat meja makan.

Waktu baru memasuki pukul sembilan pagi, tapi kondisi rumah sudah terlihat sepi. Sekarang juga hari sabtu, yang artinya libur sekolah karena bertepatan dengan hari libur nasional.

Lalu kemana mereka sekarang? Apa mungkin mereka pergi keluar untuk membeli sesuatu? Tapi tidak biasanya mereka diam dan tidak memberitahu, atau bahkan mengajak Rania.

"Mungkin mereka lagi keluar,"

Gadis yang hendak kembali ke kamar, dibuat bingung ketika rasa mual yang akhir-akhir ini menyerangnya kembali datang. Tangannya bergerak menutup mulutnya sendiri, sedangkan tangan lainnya sibuk memegang perut rampingnya.

"Huek."

Rania berlari cepat menuju kamar, dan tempat yang langsung ditujunya adalah kamar mandi. Ia segera berjongkok dan memuntahkan seluruh sarapannya pagi ini kedalam kloset.

"Huek,"

"Hiks, huek."

Gadis itu terisak ditengah-tengah kegiatan memuntahkan makanannya, sungguh Rania merasa tersiksa karena selalu dilanda mual. Isi perutnya terasa diaduk, bahkan kepalanya seolah berputar hingga membuatnya pusing dan hampir terjatuh saat mencoba untuk bangkit.

"Kenapa gue selalu mual sih... huek." rengek Rania tak suka.

Ia menyiram toilet hingga bersih dan beralih pada wastafel, guna mencuci tangan serta membasuh wajahnya yang mendadak pucat.

Rania mendengus kesal saat memandangi pantulan wajahnya dari balik cermin, selalu saja begini. Setelah memuntahkan isi perutnya, hal yang selanjutnya terjadi pasti wajahnya akan berubah pucat. Jangan lupakan dengan tubuhnya yang perlahan merasa lemas, serta kepalanya yang berputar layaknya gasing.

"Kenapa gue bisa..."

Kalimatnya terjeda, Rania berjalan cepat menuju kamar. Diambilnya ponsel yang terletak diatas nakas, jemarinya bergerak diatas benda pipih itu untuk mencari aplikasi ojek online.

Semoga apa yang gue pikirin nggak bener,

Semoga cuma masuk angin,

Iya, ini pasti masuk angin! Nggak lebih. Batin Rania bermonolog.





🐝🐝🐝🐝

Ting

Tong

RENATA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang