Aku Ini Istri Kakak Loh

38.8K 2K 4
                                        

"Mau mandi bareng?"

"Hah?"

"Sunah loh, dapet pahala lagi." goda Devan sambil menaik turunkan kedua alisnya.

Renata membuang muka, berharap Devan tidak bisa melihat kondisi wajahnya saat ini. Bisa dipastikan jika wajahnya sudah memerah seperti tomat segar.

"Ka... kakak mandi duluan aja, nanti aku nyusul."

"Oh, berarti kamu setuju kalo kita mandi bareng?"

Renata membelalak "I... iya,"

"Iya?" tanya Devan memastikan, senyumnya mengembang jahil.

"Eh, eng... engga, maksudnya ya nggak gitu maksudnya!"

"Hah? Jadi maksud kamu, iya atau nggak?"

"Nggak!"

"Lah tadi iya, sekarang nggak."

Devan mengusap dagunya "Saya kok bingung ya?" gumamnya, melirik Renata yang sedang salah tingkah sendiri.

Karena terlanjur kesal sekaligus malu, Renata yang berusaha terlihat tenang justru bersikap sebaliknya. Tiba-tiba saja ia memukul dada Devan, entah semua terjadi tanpa bisa Renata kendalikan. Mungkin ini yang biasa disebut salting.

Jika dilanjutkan ia akan malu, jika berhenti Renata sudah terlanjut malu. Ah entahlah, Renata tidak tau harus berbuat apa saat ini.

Devan tergelak, senang rasanya saat ia mampu menggoda Renata hingga perempuan itu salah tingkah sendiri.

"Udah lah, kakak mandi duluan sana. Setelah kakak selesai, baru aku mau mandi!" sungut Renata, perempuan itu berjalan menuju koper untuk mengambil baju mereka.

Devan terkikik geli "Kenapa? Marah ya?"

"Padahal saya cuma menawarkan, apa kamu mau mandi sama saya apa nggak. Eh taunya kamu malah salt..."

"KA!" rengek Renata setengah berteriak.

Devan kembali tergelak "Oke oke, saya nggak bakal maksa kamu."

"Padahal bisa ngirit air, dapet pahala lagi." gumam Devan, yang rupanya masih bisa ditangkap dengan baik oleh pendengaran Renata.

"KA DEVAN!"

"Aduh, aduh... iya sorry Ren,"

"Nggak akan! Suruh siapa mesum gitu!"

"Aduh, mesum apaan sih Ren. Saya cuma menawarkan loh, aduh sakit Ren."

Devan meringis kesakitan, ia menggosok-gosok lengannya yang terasa nyeri karena tadi dicubit habis-habisan oleh Renata.

"Kamu galak banget sih Ren?"

"BODO!"

Devan mengerucutkan bibirnya "Ya udah, kalo gitu tolong siapin baju saya karena saya mau mandi dulu."

Dengan tangan terlipat dan wajah berpaling keluar jendela, Renata mendengus sebagai jawaban.

Devan melangkah kedalam kamar mandi, saat terdengar suara pintu ditutup, barulah Renata bisa merasa tenang. Perempuan itu memegangi dadanya yang berdebar hebat, wajahnya kembali terasa memanas. Ragu-ragu senyumnya terbit perlahan, rasanya hati Renata berubah seperti nano nano. Senang, malu, geram menyatu menjadi satu, unik tapi Renata suka.

"RENA!" teriak Devan menggema dari arah kamar mandi.

Renata berjalan mendekati pintu yang tertutup itu.

"Iya?"

"PINTUNYA NGGAK SAYA KUNCI, KALO MAU MANDI BARENG. TINGGAL BUKA AJA, JANGAN MALU!"

Renata menangkup wajahnya malu "KA DEVAN!!"

RENATA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang