#22 - TBC #2 (Main Ke Alam Liar)

569 85 12
                                    

Di malam tanggal tujuh belas pertama mereka, Ecan dan Arin diboyong ke apartemen Alira untuk singgah sebentar dan tidur beberapa jam di sana sebelum kereta pulang ke Bandung tiba sekitar pukul delapan pagi. Keduanya diantar kembali ke stasiun di pagi hari oleh Sabda dan Alira sembari mereka berangkat ke kantor masing-masing.

Setelah berpisah, Ecan dan Arin bergegas menuju lantai dua Stasiun Gambir guna langsug menaiki kereta Argo Prahyangan tujuan Jakarta-Bandung yang sudah tiba. Di dalam gerbong kereta, keduanya tak henti mentertawakan kebodohan yang mereka lakukan di malam sebelumnya sambil mendengarkan lagu-lagu One Direction kesukaan mereka.

"Kamu kenapa ikut tidur sih hahahaha." tanya Ecan sambil mengupas kacang kulit garuda.

Arin yang tengah anteng membalas chat beberapa temannya sambil mengambil kacang yang sudah dikupas oleh Ecan, "Ngantukkkkk, kamu tau kan kalau udah kenyang tuh ngantuk banget. Padahal aku udah pasang alarm sumpah. Tapi gak kedengeran pisan."

"Lucu sih tapi ada cerita kita pernah ketinggalan kereta. Mungkin nanti bisa dicoba lah kita ketinggalan pesawat."

Arin tidak menggubris jawaban asal dari pacarnya itu. Ia hanya fokus memandangi pemandangan di luar. Sawah hijau dan pohon-pohon yang terbentang luas menghiasi netranya saat itu. Kemudian, sampai ada satu ide yang muncul di benaknya. Ide sederhana yang mungkin masih kurang cukup untuk membayar kembali kebahagiaan yang Ecan berikan pada Arin kemarin.

Sampai di tiga hari setelah one day trip keduanya berlalu, Ecan dibuat terkejut oleh email yang dikirim oleh Arin di malam hari ketika ia baru saja selesai tugas hariannya untuk beres-beres rumah. Isi email yang membuat ia berlari ke kamar, menutup pintu, duduk di atas kasur sambil menatap layar ponselnya tidak percaya.

------------------------------------------------------------Tidak seperti tanggal tujuh belas bulan sebelumnya, yang mana sehari sebelumnya Arin lupa kalau hari itu adalah hari dimana Ecan akan menjalankan misinya, kali ini Arin sudah memasang ala...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

------------------------------------------------------------
Tidak seperti tanggal tujuh belas bulan sebelumnya, yang mana sehari sebelumnya Arin lupa kalau hari itu adalah hari dimana Ecan akan menjalankan misinya, kali ini Arin sudah memasang alarm di kalendar ponselnya di tanggal enam belas. Sejak pagi, Arin hanya menghabiskan untuk berguling-guling di atas kasurnya. Karena kebetulan, kampusnya masih libur dan baru akan masuk di akhir bulan Agustus. Arin membuka laptopnya untuk menonton serial netflix kesukaannya berjudul Gilmore Girls. Berbarengan dengan itu, notifikasi email masuk di ponselnya berbunyi.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
CANDIKA (Bejana Puspawarna) - Haechan & RyujinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang