"Udah sampai, baik-baik lo di sini! Jangan tertekan! Kalo tertekan, lo bisa jadi manusia geprek!" oceh Ratu, sejak tadi mengingatkan itu berkali-kali, sampai pegal dengarnya.
Aku menoyor kepalanya. "Iya, iya, iya! Berisik lo, ah! Ini 'kan rumah gue, gue bisa rebahan dan terbebas dari tekanan!"
"Ck! Oke, gue pulang, ya. Bye!" Ratu ke rumahnya setelah mengantarku pulang.
Aku tersenyum menatap mobilnya yang menjauh di gelapnya malam. Aku bersyukur mempunyai sahabat seperti Ratu, hanya dia yang menemani dan memahamiku. Jika tak ada Ratu, mungkin sekarang aku sangat terpuruk.
Aku membuka pintu rumah, disambut dengan Ayah dan Ibu di ruang tamu. Mereka menatapku lekat. Ayah berdiri, aku hanya bergeming.
"Erin, kenapa kamu tiba-tiba lari dari rumah? Kita khawatir sama kamu, Barra sampai kejar kamu tapi pas kembali, dia lesu. Akhirnya keluarga Barra pulang." Ayah menjeda kalimatnya.
"Sebenarnya, kamu kenapa?" tanyanya.
Aku menunduk, mengepal kedua tanganku. Mengulum bibir, menahan tangis. Kalian tak mengerti, kalian tak memahami keadaanku. Apa perlu kukatakan jika laki-laki itu tak tulus padaku? Bahkan aku tak mau menyebut namanya.
Aku menatap Ayah. "Ayah gak akan mengerti!"
Aku menerobos masuk ke dalam kamar. Mengunci pintu agar tak ada siapa pun yang masuk. Ayah dan Ibu memanggil namaku berulang.
Aku membendung tangis, menutup mata sehingga air bening mengalir di pipiku. Duduk di balik pintu yang masih diketuk keras.
Ketenangan yang tercipta di dekat Ratu, pupus dengan cepat ketika sampai di rumah yang harusnya menjadi tempat ternyaman. Aku sendiri. Tak ada yang menemani. Duduk di gelapnya malam, ditemani tangis yang setia.
Aku hidup bersama Ayah dan Ibu, namun tak disangka itu menyakitkan ketika dijodohkan dengan seseorang yang kubenci. Aku sendirian, di tengah keramaian orang yang tak memahamiku.
Aku merasa bahagia, ketika bersama sahabatku. Aku merasa tertekan, ketika bersama orang tuaku. Jadi, lebih baik aku sendirian, meringkuk di kegelapan malam.
Sendirian, ditemani tangisan sunyi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Regretted Hope [Tamat]
Novela Juvenil"Andai aku hidup seperti dia." Erina Fara Falisha, gadis egois yang bisa dikatakan bodoh. Kelakuannya membuat semua orang menjauhinya. Ia selalu memaksa, meski pada orang tua sendiri. Hingga ia merasa sendirian, tak ada yang peduli. Berbanding terba...
![Regretted Hope [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/279075979-64-k795041.jpg)