***
Setelah dua jam lebih penerbangan, mereka tiba di Vladivostok. Malam belum terlalu larut ketika mereka tiba di sana. Keluar dari pesawat, mereka berkumpul di tempat pengambilan tas. Lisa, Jiyong dan Sungkyung duduk di atas troli kosong. Lisa bersandar pada tiang pegangan troli, Jiyong bersandar pada bahu gadis itu dan Sungkyung bersandar pada Jiyong.
"Jiyong hyung, kelihatan seperti raja minyak dengan dua istrinya yang baru saja di usir dari kastil pasir," komentar Mino, yang berdiri di sebelah troli itu, menyandarkan lengannya pada pegangan troli bersama Jiwon. Seolah mereka berlima tidak bisa berdiri kokoh tanpa troli itu.
"Kalau istrinya seperti aktris Lee Sungkyung dan Lalisa Blackpink aku tidak keberatan-"
"Aku yang keberatan," potong Lisa juga Sungkyung secara bersamaan. "Tapi kenapa tasnya lama sekali? Aku mengantuk," susul Lisa yang hanya tidur sebentar saat di pesawat tadi.
Sembari menunggu tas mereka lewat di atas sebuah belt conveyor panjang, seorang staff mendekati mereka, memberikan sebuah amplop dan lima lembar tiket elektronik. Itu adalah uang saku mereka berlima selama dua belas hari perjalanan ini, termasuk akomodasi, makan, transportasi dan aktivitas apapun.
"Siapa yang mau jadi menteri keuangannya?" tanya Mino, yang menerima uang serta tiket itu.
"Kau," ucap semua orang.
"Kenapa aku? Tidak mau," tolak Mino. "Bukankah Jiwon hyung kaptennya? Jiwon hyung saja," susulnya namun Jiwon menggeleng.
"Bukan aku kaptennya, dia si leader Big Bang itu kaptennya," balas Jiwon, ia menolak menjadi kapten.
"Kenapa aku? Sejak kapan? Kenapa aku tidak tahu?" balas Jiyong, menegakan duduknya, membuat Sungkyung yang bersandar padanya juga harus duduk tegak.
"Aku yang paling tua disini," ucap Jiwon dan Jiyong menganggukan kepalanya. Semua orang tahu itu. "Karena aku yang paling tua, kalian harus mendengarkanku, bukan? Karena itu, aku menunjuk Jiyong sebagai kaptennya."
"Kalau begitu, karena aku kaptennya, aku menunjuk Mino untuk mengatur uang dan tiketnya," susul Jiyong, menaikan bahunya dengan begitu santai. Sedang Mino terkejut tidak percaya dan Lisa bertepuk tangan bersama Sungkyung.
"Kenapa akhirnya aku yang- hyung! Aku tidak bisa melakukan ini!" seru Mino, enggan menerima begitu banyak tanggung jawab sekaligus.
Jiyong akhirnya mengulurkan tangannya, meminta tiket juga uang yang ada di tangan Mino. Tanpa banyak berfikir, Jiyong membagi tugasnya. Ia berikan tiket kertanya pada Mino, sedang uangnya ia bagi dua. Ia berikan satu bagiannya pada Jiwon, sedang satu bagian lainnya tetap ada padanya.
"Hari pertama sampai keenam, Jiwon hyung yang mengatur keuangannya, lalu hari ketujuh sampai terakhir, aku yang mengatur keuangannya. Beres kan?" ringkas Jiyong.
"Leader Big Bang memang bisa diandalkan," komentar Jiwon, menyimpan sebagian uang yang diberikan padanya. "Tapi kau akan menyesal karena menyuruhku membawa uangnya. Kita makan satu kali sehari-"
"Ya! Ini liburan!" potong para gadis, yang langsung berdiri sebab ransel-ransel mereka akhirnya datang. "Aku heran kenapa mereka selalu mengurangi jatah makan setiap kali liburan," cibir Lisa, yang pertama mendapatkan ranselnya, menaruh ransel itu di depan Jiyong agar pria itu bisa bangun dan menata ransel-ransel mereka. Mino dan Jiwon menghampiri ransel mereka, mengambil setiap ransel untuk Jiyong tata di atas troli sementara Sungkyung hanya menunggu bak ratu dengan empat kurcacinya. Gadis itu ingin membantu tapi semuanya sudah selesai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trans Siberian Pathfinders (YG's Version)
FanfictionK-Ocean Pathfinder YG's Version Season 2.
