17

513 109 6
                                        

***

Mereka tiba di mobil setelah mendapatkan semua es krimnya. Lima es krim, dalam mangkuk-mangkuk kecil yang tiap mangkuknya berisi 2 scoop es krim. Semua scoop es krim dalam mangkuk-mangkuk itu punya rasa yang berbeda. Akhirnya, alih-alih memilih lima rasa, mereka memilih sepuluh rasa berbeda. Sia-sia semua debat kusir tadi, karena akhirnya mereka bisa memilih sepuluh rasa berbeda.

"Apa ini?" tanya Mino, melihat scoop kuning gelap di sebelah mint choco-nya. "Keju? Cheesecake?" tebaknya, belum mencicipi es krim itu.

"Cheetos," santai Lisa.

"Cheetos?!" pria itu terkejut, lantas mengerutkan dahinya, menatap heran pada Lisa dan Jiyong dan pergi membeli es krim.

"Yang itu wine," susul Lisa, menunjuk scoop es krim keunguan di atas mangkuk Jiwon. "Pilihan rasanya banyak sekali, aku sampai bingung harus memilih yang mana," ceritanya, yang selanjutnya berkata kalau mereka harus berbagi untuk bisa mencicipi semua rasa es krimnya.

Selama beberapa menit di tempat peristirahatan kelimanya berbagi es krim. Karena di luar matahari cukup terik, mereka duduk di dalam mobil, menyalakan AC-nya dan menikmati mangkuk-mangkuk es krim itu bergantian.

"Aku mengantri hampir satu jam dan es krimnya habis hanya dalam beberapa menit," komentar Lisa. "Oppa, eonni, benar-benar luar biasa," susulnya, sembari menumpuk mangkuk-mangkuk kosong bekas es krim tadi.

"Kau yang makan paling banyak," Mino balas berkomentar, membuat gadis di sebelahnya lantas menaikan alisnya.

"Benarkah?" polosnya. "Aku tidak merasa begitu," santainya, yang kemudian melangkah keluar untuk membuang sampah.

"Mino-ya, kau yang makan paling banyak," Sungkyung berkata, tepat setelah Lisa meninggalkan mobil itu untuk membuang sampah.

"Benarkah?" Mino berkata, "aku tidak merasa begitu," persis seperti yang Lisa katakan tadi.

"Whoa... Tidak tahu malu," geleng Sungkyung.

Perjalanan kembali dimulai. Masih Sungkyung yang mengemudikan mobilnya, sedang Jiwon pindah ke kursi belakang, bertukar tempat dengan Jiyong. Dalam perjalanan kali ini, Lisa yang duduk di tengah, alasannya sederhana—gadis itu kalah saat bermain batu kertas gunting.

Pemberhentian selanjutnya adalah supermarket. "Kita bisa makan siang di sana kan? Sekarang sudah lewat jam makan siang," kata Lisa, selama Sungkyung menarkir mobil mereka.

"Kita baru sarapan jam sebelas di hotel tadi, bukan begitu?" komentar Jiyong. "Kenapa makan lagi? Ini masih jam dua," herannya.

"Tadi itu sarapan," balas Lisa.

"Kita juga baru makan es krim, kau tidak kenyang? Perutmu dari karet ya?" Jiwon ikut berkomentar.

"Satu hot dog untuk berdua juga tidak apa-apa," bujuk Lisa. "Ayo makan siang, ya? Oppa? Eonni? Sungkyung eonni juga pasti lapar karena menyetir, ya? Ya? Ya?" ocehnya, sementara yang lainnya bersiap untuk turun dari mobil. Lisa tidak perlu menyiapkan apapun, sebab handphone dan kameranya sudah berada di tubuhnya, dalam saku dan kalungan lehernya.

"Aku belum lapar," jawab Sungkyung, tepat setelah semua orang keluar. Selain Sungkyung para pria lain pun belum lapar. Hanya Lisa yang ingin makan siang sekarang.

"Baiklah, baiklah, aku akan membelikanmu hot dog," Jiwon kemudian berkata, setelah Lisa cemberut karena semua orang kenyang. Pria itu merangkul bahu Lisa, lantas mengajaknya masuk ke dalam supermarket, mencari hot dog.

Lisa ingin pergi liburan dimana ia bisa makan minimal tiga kali sehari. Karena itu, meski ia tidak lapar, gadis itu tetap merengek ingin makan siang. Mengunyah apapun yang bisa mereka labeli sebagai makan siang. Hanya sebagai syarat, agar wishlist liburannya terpenuhi.

Trans Siberian Pathfinders (YG's Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang