6

1K 180 11
                                        

***

Selain Mino yang masih menelusuri hilangnya tiket mereka, anggota lainnya menunggu di peron, dekat rel kereta. Mereka tidak bisa naik ke atas kereta tidak memiliki tiketnya. Bisa-bisanya tiket mereka hilang di ruang tunggu tadi. Lisa juga Sungkyung gelisah di tempat mereka berdiri. Sesekali bertukar tatap, kelihatan super khawatir. "Bagaimana kalau tiketnya benar-benar hilang? Semuanya dibatalkan?" resah Lisa, terlihat begitu kecewa sebab ia sudah membayangkan tinggal di kereta selama dua minggu.

Tapi di tengah kegelisahan dua wanita itu, Jiyong dan Jiwon justru tersenyum. Begitu mencurigakan namun tidak seorang pun menyadarinya. Semua orang terlalu khawatir, terlalu fokus pada tiket kereta mereka yang hilang hingga tidak ada yang menyadarinya, kalau amplop putih berisi tiket mereka ada di dalam kantong plastik bersama botol-botol air mineral yang dibeli di toko tadi.

"Ya! Mino-ya! Sudah lah tidak perlu di cari lagi!" seru Jiyong, memanggil Mino yang kelihatan begitu merasa bersalah.

"Bagaimana ini? Kita tidak bisa masuk tanpa tiketnya. Aku tidak bisa menemukan tiketnya," ucap Mino, hampir putus asa.

"Cari lagi di tasmu, mungkin dia terselip di sana," suruh Jiwon, langsung berdiri di belakang punggung Mino begitu pria itu datang dan kembali mengecek tasnya. Mino membungkuk, mengecek isi tasnya sementara Jiwon memasukan amplop putih itu ke saku celana Mino.

Tentu semua orang sadar, semuanya melihat Jiwon memasukan amplopnya ke saku celana Mino. Begitu juga dengan Mino, yang langsung sadar saat seseorang menusuk bokongnya dengan amplop, di saat itu lah, Jiwon di serang tiga teriakan sekaligus. Mulai dari Sungkyung, Lisa juga Mino, semuanya berteriak, menggerutu, terkekeh, luar biasa kesal sebab Jiwon menjahili mereka semua.

Jiwon terbahak, begitu juga dengan Jiyong. Jiyong yang memulai segalanya. Ia yang mengambil tiket mereka dari tas Mino, ia yang menyembunyikannya dan ia juga yang memberikannya pada Jiwon untuk menyelesaikan kekhawatiran mereka. "Augh! Sialan! Hyung! Jadi begini kalian ingin bermain?!" seru Mino, menerima undangan perang yang baru saja Jiwon dan Jiyong kirimkan. Pencurian itu, menjadi awal dari malapetaka dalam perjalanan mereka kali ini.

"Ya! Oppa! Kalian berdua menyebalkan sekali! Harusnya kalian memberitahuku dari awal! Aku juga ingin menipu Mino!" seru Sungkyung, kesal karena ia pun tertipu permainan yang Jiwon dan Jiyong mulai.

"Aku hampir menangis, tahu!" susul Lisa. "Aku kira perjalanannya akan benar-benar dibatalkan!" sebalnya, sebelum akhirnya mereka bersama-sama masuk ke dalam keretanya.

Membentuk satu baris pendek, mereka berbaris ke belakang, menunggu giliran untuk naik ke atas kereta di gerbong kelas tiga. Mino yang membawa tiket, berjalan lebih dulu memasuki gerbong, melangkah di jalan sempit diantara ranjang-ranjang yang di tempati penumpang lainnya. Lisa berada tepat di belakang Mino, menggendong ranselnya sembari tersenyum dan melambai pada penumpang lain yang melihatnya. Kemudian ada Sungkyung, Jiwon dan Jiyong di tempat paling belakang.

Gerbongnya terasa sangat sesak saat mereka melangkah masuk, sebab pendingin ruangannya hanya dinyalakan saat kereta mulai berjalan. Tidak seperti perjalanan pribadi mereka, kelima bintang papan atas itu naik di gerbong kelas tiga, sedang kereta Siberian-Trans itu punya tiga jenis gerbong, di bedakan berdasarkan kelasnya.

"Dimana kita duduk?" tanya Jiyong dari langkahnya di paling belakang.

"Kursi nomor 11-A, 11-B, 11-C, 11-D dan 11-E," jawab Mino dari depan. "Atau harus aku sebut ranjang? Tidak, kursi. Anggap saja ini kursi, menyebutnya sebagai ranjang membuat kesannya sedikit aneh," oceh Mino yang kemudian menemukan tempat mereka duduk, sesuai tiketnya.

Dari jalan mereka masuk, ada 2 ranjang tingkat yang saling berhadapan di sebelah kanan Mino. Sedang di sebelah kirinya, ada sepasang kursi dengan meja dan sebuah ranjang kelima di atas meja kursi itu. Menempel dengan langit-langit kereta, mereka juga diberi tempat untuk menaruh tas. Ada juga kolong ranjang yang bisa di pakai untuk menyimpan barang-barang. Seprei, bantal dan selimut pun sudah disediakan pihak stasiun. Secara keseluruhan, tempat itu cukup nyaman untuk berpergian.

Trans Siberian Pathfinders (YG's Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang