PEMBACA YANG BAIK YAITU PEMBACA YANG DAPAT MENGHARGAI KARYA PENULISNYA.
•
Cerita ini bukan tentang perempuan kuat dengan segala kebarbarannya.
Melainkan seorang perempuan yang menampilkan segala hal diluar nalar manusia, demi menyembunyikan setiap l...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Teruslah belajar melengkapi, dengan adanya perbedaan."
-DISTRUTTO-
•
SEJAK tadi tidak ada hentinya Sandra mendengar makian-makian yang terlontar dari mulut Rosa yang berhasil dia menggelengkan kepalanya kecil, pasalnya dari semenjak di kantin hingga koprasi dan sekarang mereka sudah berada di toilet masih saja Rosa tidak berhenti berbicara.
Sandra yang sejak tadi menatap cermin merapihkan pakaiannya itu pun membalikan tubuhnya menatap Rosa, "Lo berisik banget si Ros!" omel Sandra dengan wajah konyolnya di mata Rosa.
Entah apa yang isi kepala Sandra, yang jelas itu berhasil membuat Rosa menggelengkan kepalanya. pasalnya Sandra sudah begini saja masih bisa-bisanya bercanda dan tertawa.
Sedangkan Rosa? dia saja ingin sekali menjambak dan mencabik mulut kakak kelas yang dia ketahui namanya Elvina, Keysa dan juga Anya.
Mereka berdua jalan keluar dari toilet, namun ketika hendak berjalan ke arah aula, langkah Rosa terhenti ketika mendengar Sandra mengatakan, "Rosa, nasi goreng gue kemana? laper."
Mendengar perkataan itu, membuat dia mengingat kembali jika nasi goreng yang sebelumnny dia belikan untuk dirinya dann juga Sandra, dia berikan pada seseorang ketika melihat Sandra diganggu.
Namun yang Rosa katakan kepada Sandra bukan seperti itu melainkan, "Nggak tau deh lupa gue--" katanya tanpa dosa. "--Udah lah bentar lagi juga kita pulang, nanti gue traktir deh." lanjutnya yang membuat senyum Sandra.
"Okey bu boss," kata Sandra dengan tawa.
Setelah langkah yang sempat terhenti, mereka melanjutkan langkahnya kembali berjalan ke arah aula.
Baru saja masuk ke dalam aula, semua pasang mata langsung menatapnya.
Rosa yang awalnya memasang wajah datar seketika tersenyum tipis ketika mengdengar bisikan Sandra. katanya, "Kita kaya artis ya Ros, baru masuk ajah udah diliatin."
Namun senyum itu tidak lama, jangan heran dengann tingkah kedua sahabat yang sangat bertolak belakang ini.
Mungkin sikap keduanya sangat berbeda jauh, namun yang perlu kalian ingat. melengkapi pun bisa dari perbedaan yang ada.
David yang melihat Rosa dan Sandra yang berjalan dari mendekati para osis langsung mengatakan, "Udah gantikan seragamnya?" tanya David yang dibalas senyum ramah oleh Sandra. "Udah kak," jawab Sandra.
Berbeda dengan Sandra, mimik wajah Rosa terlihat sangat datar. "Ini boleh langsung duduk kan kak?" tanya Rosa pada David.
Aksa yang mendengar perkataan dari Rosa itu langsung mengatakan, "Iya gapapa."