Hidup Ana Yuwana Felixia dipenuhi kemalangan, namun sebuah "keberuntungan" tak terduga muncul dan ia langsung meraihnya. Sayangnya, itu hanyalah jebakan. Kini, ia harus menjadi guru bagi empat murid jenius yang masing-masing menyimpan luka psikologi...
English translation of this chapter is available below. Please scroll down for the English version.
Thank you! <3 from tricxo
"Ah! Ana? Kamu ngapain di sini?" Kak Adi tiba-tiba berada di depanku, membuatku terkejut.
"Oh! Kakak Adi, halo. Maaf mendadak bila aku di sini." Sial! Di mana si Ami dan Asoka? Apa jangan-jangan.....
"Iya, tidak apa-apa. Tadi saat datang ke sini, aku bertemu Ami dan Asoka. Mereka sangat aneh sekali... tetapi aku bisa mengendalikan mereka. Juga... bagaimana kamu tahu kalau ini tempat tinggalku?"
"Aku tahu dari si Luv." Benar kuduga! Mereka gagal, ugh...
"Baik, dan ada urusan apa datang ke sini?"
"Hanya ingin......." Ugh... bagaimana ini????? Kenapa harus jadi begini????
Aku, Luv, dan Asoka berada di UKS. "Sudah selesai, tinggal tunggu obatnya bekerja," kataku setelah selesai mengobati luka lebam Luv dengan salep.
"Kalau begitu aku balik?" Saat aku bangkit dari kursi bersama salep di tangan kananku, "Ummm... Luv?" Tiba-tiba aku dihentikan oleh Luv yang menarik bajuku.
"K-kau seharusnya panggil nama yang benar, wahai manusia! Tetapi aku bisa memaafkan kesalahanmu itu karena kau obati diriku ini" Luv pun melepaskan genggamannya.
"Ah... iya... juga bolehkah aku mendengar namanya?" Aku pun kembali duduk semula.
"Oh? Kau ingin tahu? Namaku Vlad He—"
"Luv, ceritakan saja sebelum waktunya akan habis," Asoka memotongnya, ia kembali dari mencuci tangannya.
"Ceritakan? Memangnya ada apa???" Aku bertanya dengan penasaran.
"Huh! Bagaimana kau beri tahu saja si manusia ini!" Luv dengan sebal tidak melihat pandanganku.
"Jadi... apakah Bu Ana tahu kalau Pak Adi mengambil senjata Luv? Yang sabit itu?"
"Sepertinya tidak tahu kalau diambil, tetapi dengan melihat kejadian di UKS... pastinya Pak Adi bakal melakukannya."
"Kami Ami, Asoka, May, dan Luv ingin mengambilnya kembali."
"Eh? Mengambil kembali? Lebih baik membatalkan rencana i—" Tiba-tiba dari kantong celana Luv keluar sebuah maskot kartun kucing berwarna pink muda dengan corak layaknya kucing calico. Dan aku tahu maskot itu!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Itu...... E-EGI!" Egi adalah karakter kartun populer di kalangan wanita karena bentuknya yang imut, salah satunya aku sendiri mempunyai koleksinya. Luv mempunyai edisi langka Egi berbentuk gantungan kunci yang sangat susah didapatkan, belinya lewat mesin keberuntungan yang memasukkan koin dan keluar kapsul berisi hadiahnya.