English translation of this chapter is available below. Please scroll down for the English version.
Thank you! <3 from tricxo
"AH!!!!! J-JANGAN!!!!!!!" Aku berteriak, masih merasakan sisa kepanikan.
"Oh? Syukurlah kau selamat, Yuwana Felixia," ucap Will yang berada di sebelah kananku, duduk di sofa. Sedangkan Ustin di sebelah kiriku, dengan penampilan yang telah berubah, terlihat lebih... maskulin.
"Eh???? D-di mana kalian t—" Saat menanyakan itu, kepalaku pusing sekali.......
"Istirahatlah dulu, Yuwana Felixia. Selama pemulihan akan saya kasih tahu di mana kami saat tidak ada di sini."
----------------------------------------------------------sebelumnya------------------------------------------------------
"Pergi? Pergi ke mana?"
"Pergi sebentar, ada bahan makanan yang kurang jadi kami akan pergi dulu." Kami pergi dengan busway yang berada di depan sekolah.
"Aneh, kenapa jam busway-nya lama? Apakah ada berita kecelakaan?" Awalnya kami menunggu di halte busway, hanya saja busway tersebut tidak kunjung datang sehingga Will lelah menunggu sambil kepalanya berada di pundak sebelah kananku, yang aku perbolehkan untuk beristirahat sebentar.
"Tidak ada saat saya lihat beritanya, Will. Apakah kita batalkan saja?"
"Iya! Besok saja k—" Tiba-tiba busway datang dengan jumlah penumpang yang sedikit, menghampiri halte yang kami tunggu. "Eh! Ustin! Busway-nya!!!! Ayo kita masuk!!!!" Will menarikku secara paksa sehingga aku mengikuti Will ke dalam busway.
"Will!!! Pelan-pelan saja!!!!" Tanpa menghiraukan aku, kami langsung duduk di bangku khusus untuk dua penumpang.
"Akhirnya!!!! Supermarket! Nanti beli apa ya......" Hanya butuh 2 halte lagi, kami akan tiba di supermarket yang berseberangan.
"Beli yang sudah dicatat, jangan beli aneh lagi, Will."
"Ayolah, Ustin!!!! Bukankah bosan biasa saja????"
"Kau ingat sebelumnya? Saat kuberi kebebasan membeli makanan, malah kau kasih ke saya untuk menyelesaikannya."
Dengan muka sedih, Will mengangguk iya. "Kalau ingat, jangan la—" Saat melihat sekitar, terasa aneh. "Will!"
"Iya, Will merasakannya." Will berdiri dari tempat duduknya dan berdiri di depanku, melindungiku dengan kedua tangan di kepala dan kaki kanan ke depan serta kaki kiri ke belakang. "SIAPA KALIAN!!!"
Pengungkapan Musuh G.O.D. dan Kekuatan Mereka
----------------------------------------------------------pertanyaan-------------------------------------------------------
"Siapa itu????" Ana bertanya.
"Mereka adalah musuh kami sekaligus musuh para manusia... yaitu..." Ustin menjelaskan.
----------------------------------------------------------sebelumnya------------------------------------------------------
Suara speaker bus berbunyi keras, "Tidak lama bertemu, G.O.D." Para penumpang di bus berdiri serentak dan menghadap kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
My flower hemlock
RomanceHidup Ana Yuwana Felixia dipenuhi kemalangan, namun sebuah "keberuntungan" tak terduga muncul dan ia langsung meraihnya. Sayangnya, itu hanyalah jebakan. Kini, ia harus menjadi guru bagi empat murid jenius yang masing-masing menyimpan luka psikologi...
