Chapter 15 : Progres...

5 0 0
                                        

English translation of this chapter is available below. Please scroll down for the English version. 

Thank you! <3 from tricxo


Akhirnya aku sampai, langsung memakir mobil golf bersama mobil golf lainnya "ok, tinggal aku kasih tahu Kak Adi...." Aku mengeluarkan hpku untuk mengetik pesan

Ana: "Kak Adi, aku sudah sampai di depan."

Kak Adi: "Oke, tunggu sebentar."

Aku berjalan dan berdiri di depan pintu utama gedung staf, menunggu kurang lebih satu menit sebelum Kak Adi datang menemuiku. "Ana! Apakah aku lama?"

"Tidak juga, Kak Adi."

"Syukurlah, aku tadi lama karena lupa menaruh barang yang ingin aku kasih, untungnya ketemu!" Kak Adi mengambil sesuatu dari saku celana dengan tangan kanannya.

"Memangnya kasih apa?"

"Ini! Saat melihatnya pasti kamu menyukainya." Sebuah kotak permen yang memiliki maskot kesukaanku, Egi si kucing bercorak calico dengan warna pink dan ungu. "Sepertinya mereka kerja sama dengan produk permen ini untuk menciptakan rasa yang cocok dengan maskot tersebut." Kak Adi menarik tangan kananku lalu meletakkan kotak permen itu di sana. Sungguh!!! Bukankah ini sebuah edisi terbatas????!!!

"B-bagaimana bisa Kak Adi dapatkan ini????"

"Aku dapat dari guru pria yang malu untuk membeli permen untuk anak perempuannya, karena tempatnya untuk wanita. Aku melihatnya kasihan, jadinya aku temani. Sebagai tanda terima kasih, ini, dia memberiku cokelat."

"Kak Adi, apakah benar manusia?"

"Iya? Aku manusia????"

"Menurutku Kak Adi malaikat yang datang dari surga untuk memberikan cokelat Egi ini."

"Pft! Hahahahha!!!!! Ah! Bisa saja kamu memberikan pujian kepadaku ini. Lagi pula, justru kau malaikat yang datang untuk memberikan kebahagiaan kepada murid-murid yang lainnya. Aku ingin mengucapkan terima kasih, malaikat," Kak Adi tersenyum manisnya yang membuat cinta pertamaku berdetak cepat kembali. Benar-benar curang bila Kak Adi seperti itu.

"P-permisi! Pak Adi! Juga permisi, Bu Ana."


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tiba-tiba datang seseorang lelaki dengan pakaian lengkap layaknya satpam yang bekerja di sekolah, tetapi kenapa aku tidak pernah melihatnya????... Apakah dia baru?

"Oh, Ras! Bu Ana, ini Rasyid Ephraim. Dia sebenarnya pengganti ayahnya yang sedang sakit, jadi Bu Ana tidak tahu."

"Panggil saja saya Ras, Bu Ana!" Kenapa... suaranya... aku pernah dengar????

My flower hemlockCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang