Berawal dari saling follow di Instagram, Takanael memutuskan membuat perjanjian dengan Navara. Tentunya itu bukanlah kesepakatan yang hanya menguntungkan salah satu pihak, melainkan keduanya.
Dari sekadar basa-basi menanyakan apa kesibukan sekarang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hello! Pacar Bayaran update nih! Ada yang nungguin gak?
Boleh minta apresiasi berupa vote dan komen? Aku berterima kasih banget kalian udah baca ceritaku.
Semoga sukaaaaa
Happy reading and enjoy!
••
Biasa aja sih.
Makin kesini, Navara udah gak pernah baper-baper banget kalau Takanael ngeluarin jurus gombalannya. Udah tahu juga modusnya Takanael yang suka tiba-tiba muncul tanpa sebab. Mungkin, lagi mau manja aja ke Navara.
Navara suka bingung ngeliat Takanael yang lebih banyak gabut daripada sibuk. Padahal, sekarang udah semester akhir. Jurusan arsitektur merupakan jurusan yang sulit loh. Tugasnya juga gak main-main. Begadang udah jadi langganan sehari-hari.
Tapi, Takanael kayaknya emang pinter bagi waktu. Buktinya, dia selalu punya waktu buat gangguin Navara yang lagi masak, gangguin Navara yang lagi tiduran di kamarnya. Apalagi kalau Navara lagi main sama Yota. Udah pasti Takanael selalu gangguin. Biar Navara mainnya sama dia aja bukan sama kucingnya.
Kemarin, beberapa temen sekelas Takanael main ke rumah. Navara juga ada di sana. Cemilan yang Takanael beli di supermarket hampir abis kalau gak Takanael usir temen-temennya. Mainnya sampe malem banget. Sekalian ngerjain tugas juga sih. Sempat ada yang mau nginep karena besok weekend. Tapi gak dibolehin sama Takanael.
Kasian Navara jadi gak bisa tidur cepat. Takanael baru nganterin Navara pulang sekitar jam 1 malam. Navara datang agak siang hari ini. Takanael yang suruh. Takut Navara masih ngantuk dan kecapean gara-gara kemarin.
Navara sampai sekitar jam 9 pagi. Langsung beres-beres karena kemarin gak sempat. Takanael ikut bantuin kok. Dia mungutin sampah yang berada di berbagai tempat. Bantu ngelap meja sama nge-vacum karpet juga.
Sekarang, Navara dan Takanael sedang duduk berhadapan di atas karpet ruang tengah. Keduanya menyilangkan kedua tangan di dada dengan tatapan saling menajam. Alis keduanya menukik. Seakan ada kilatan dari dua petir yang bertemu.
"Deal, ya? Yang kalah ada hukumannya!" ucap Navara tanpa melepas pandangan.
"Oke, deal. Siapa takut! Jadi, hukumannya, yang kalah harus makan lemon. Satu buah sampe abis!" usul Takanael dengan nada tegas.
Keduanya mengangguk. Tatapan mereka beralih pada toples beling yang berada di tengah. Toples yang berisi permen sisa kemarin yang sudah dimakan beberapa oleh Takanael dan teman-temannya.
"Lo atau gue dulu yang mau masang angka?" tanya Takanael angkuh. Udah pede bakal menang main tebak-tebakan kali ini.