31 Escape - PB

121 18 12
                                        

Akhirnya bisa update Pacar Bayaran lagi. Maaf ya lama.
Ada something di rl yang bikin mau nulis jadi ketunda mulu.

Terima kasih yang masih baca cerita ini.

Jangan lupa vote dan komen ya!

Happy reading!

Harusnya dari pertanyaan yang Takanael ajukan, jawabannya hanya tersedia dua kata

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Harusnya dari pertanyaan yang Takanael ajukan, jawabannya hanya tersedia dua kata. Boleh atau nggak.

Tapi, yang terucap dari bibir Navara adalah sebuah kalimat cukup panjang.
“Coba lo tanya lagi ke diri lo sendiri. Perasaan lo itu beneran cinta atau sekadar ngerasa bersalah aja. karena saat lo nuduh gue, lo gak ngasih kesempatan ke gue sama sekali untuk jelasin. Lo terlalu memihak sama cewek lain. Padahal dulu lo selalu bilang, kita tuh pacar. Harus lebih diutamain. Tapi lo sendiri yang gak bisa ngelakuin itu.”

“Va... tapi selama lo pergi, gue—”

“Nael, gue udah gak butuh penjelasan apa-apa dari lo. Perjanjian kita juga udah selesai. Kalau lo mau minta ganti rugi karena hal ini bocor ke Juan, gue siap ganti. Lo mau berapa?”

“Va, cukup. Sekarang lo jawab jujur aja deh. Apa selama ini lo beneran gak ada perasaan apa-apa sama gue? Terus yang tertulis di buku kecil lo ini apa? Gak mungkin ini termasuk ke dalam sandiwara yang kita buat. Bilang, Va. Kalau lo juga sayang sama gue. Lo juga ngerasain hal yang sama. Jangan mikirin yang lain. Tapi hati lo dulu.”

“Nael—” Navara baru ingin menjelaskan, tapi Takanael sudah memotong lebih dulu.

“Berhenti panggil gue kayak gitu! I'm Taka for you. Not Nael! Lo dulu gak begini, Va. Apa selama ini juga lo bahkan gak sadar, kalau perasaan itu emang udah ada sejak kita masih sama-sama? Gue tahu gue salah karena gak biarin lo ngejelasin saat itu. Tapi hari-hari sebelumnya, our hug, and when you kiss my cheeks. Banyak hari yang udah kita lewatin bareng-bareng. Lo pikir gue bisa sebahagia itu karena apa, kalau bukan karena gue udah sayang beneran sama lo?”

Tepat tiga detik setelahnya, pintu terbuka. Helki datang dengan wajah khawatir. Tanpa basa-basi, dia mendekati Navara dan langsung memeluk erat untuk memastikan bahwa Navara baik-baik saja.

“Kenapa bisa keserempet motor? Kenapa gak ngabarin? Kata dokter sakit apa?” Raut wajah cemas terpatri di wajah Helki.

Takanael memandang tidak percaya dengan apa yang ia lihat di hadapannya saat ini. Apa maksudnya semua ini?

“Aku gakpapa kok. Cuma lecet dikit aja. Besok juga udah boleh pulang.”

Sebentar, video yang waktu itu tersebar luas harusnya menjadi jawaban kalau pertunangan Navara dan Helki batal kan? Lalu apa-apaan yang ada di depannya Takanael kini?

Kenapa Navara terlihat begitu dekat dengan Helki. Bahkan Takanael juga menangkap kalau khawatir yang dirasakan Helki bukanlah sebuah kebohongan.

Belum juga pertanyaan yang ada dalam benak Takanael terjawab, pintu sudah dibuka lagi. Kali ini seorang bapak dengan Polisi yang masuk ke dalam. Dan Aksa berjalan di belakangnya.

Pacar BayaranCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang