20 Just the two of us - PB

145 28 16
                                        

PEMBUKAAN

OkeeeAku update lagi nih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Okeee
Aku update lagi nih

Gimana? Suka gak?
Semoga suka ya

Jangan lupa votenya

Tinggalkan komentar di setiap paragraf yang menarik menurut kalian ya❣

Warning: mengandung sesuatu yang membuat pipi merah tiba-tiba

- Happy reading -

Sejauh ini semua berjalan baik. Juan tidak seintens menghubungi Navara seperti dulu. Udah agak jarang. Paling sekadar men-share proyek kerja untuk Navara. Itupun tanpa sepengetahuan Takanael.

Takanael juga sering membawa Navara ke tongkrongan. Kalau soal posesifnya sih, Takanael masih posesif banget. Navara banyak ngobrol dengan Sandi atau Juan, pas sampai rumah pasti diprotes sama Takanael. Atau paling nggak, dia akan diam selama di motor, tidak mengajak Navara ngobrol sama sekali. Sampai pernah Navara mengantuk dan hampir jatuh, Takanael tetap diam. Tapi ia langsung memberhentikan motornya ke tepi jalan, membuka jaket lalu dijadikan pengikat antara tubuhnya dan Navara, agar Navara tidak jatuh dan bisa terus bersandar di tubuhnya.

Navara sering tanya, gimana progres dari perjanjian yang mereka jalani ini. Apa Ilka udah merubah sikapnya dan ngajak balikan atau nggak. Tapi, Takanael bilang belum ada perubahan. Gak tahu benar atau nggak. Karena Navarakan, gak pernah lihat langsung juga. Navara ke kampus Takanael juga baru dua kali, karena ada draft gambar milik Takanael yang gak sengaja tertinggal di rumah, hingga Navara harus mengantarnya ke kampus.

Yota makin gembul. Obesitas deh kayaknya. Mulai susah jalan dan banyak tidur. Pernah sekali keluar rumah, malah makan rumput yang ada di halaman. Tambah lucu dan gemesin sih. Tapi, di sat sisi Navara juga khawatir sama kesehatan Yota. Kan, kalau gemuknya berlebihan juga gak baik.

Tentang Navara yang kerja freelance, itu masih berlanjut. Emang gak harus ke kantor, paling sesekali ketemu dengan pihak sana, minta Navara untuk sekalian presentasi. Di jelasin langsung di depan client-nya.

Bukan berarti uang yang Takanael kasih untuk Navra itu kurang. Tapi karena ada satu wishlist Navara yang tampaknya sulit untuk di dapat. Makanya Navara sedang menabung untuk itu.

Belum lagi, Navara masih rutin menjenguk adik-adiknya di panti. Karena Navara sudah menganggap mereka sebagai keluarganya.

Keahlian Navara yang sering Takanael lihat seperti memasak, mengurus pekerjaan rumah, sampai membersihkan kebun, itu semua karena Navara sering mampir ke panti. Bantu Bu Windi jaga anak-anak. Sekalian Navara juga diajarin. Bu Windi tahu kalau Navara tinggal sendiri.

Tadi pagi, Takanael minta dibuatin sambel goreng kentang pake pete. Aneh banget. Navara aja gak suka pete. Baunya itu loh. Jadi, Navara masak itu untuk porsi satu orang aja. Khusus untuk Takanael. Katanya, hari ini mau pulang cepet juga dia, tapi gak tahu jam berapanya.

Pacar BayaranCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang