Berawal dari saling follow di Instagram, Takanael memutuskan membuat perjanjian dengan Navara. Tentunya itu bukanlah kesepakatan yang hanya menguntungkan salah satu pihak, melainkan keduanya.
Dari sekadar basa-basi menanyakan apa kesibukan sekarang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alooo? Ada yang kangen Yota?
Bayar parkir dulu yuk! Klik bintangnya ya🌟 Maaf kalau lama update hihiii Komen dongggg >.<
Happy reading and enjoyyy^^ •••
Navara yang sedang memberi makan Yota dikejutkan oleh kedatangan Takanael yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Tampaknya Takanael jengkel karena perhatian Navara yang paling utama selalu untuk Yota.
“Yotaaaa terus. Ayo jalan! Temen gue udah pada ngumpul.”
“Sabar dulu, ih. Yota kan mau kita tinggal. Jadi gue siapin makanan sama minumnya dulu.” Navara memandang sinis ke arah Takanael. Dipikir Takanael saja yang bisa marah? Navara tentu bisa memasang wajah lebih judes ketimbang laki-laki itu.
“Va, jangan lupa pake jaket. Cuacanya lagi dingin,” nasihat Takanael kemudian duduk di ujung kasur Navara.
“Tadi pagi gue ke sini pake kaos doang. Gak bawa jaket,” sahut Navara.
“Yaudah pake jaket gue aja. Cepetan. Gue tunggu di ruang tamu.” Takanael keluar dari kamar tanpa menunggu sahutan dari Navara. Gadis itu juga tidak akan menanggapi Takanael karena sedang sibuk dengan Yota.
Setelah memanggil Yota dan melihat kucing itu mendekat ke arah piring makannya, Navara baru merasa lega. Ia lalu mengusap dengan sayang pucuk kepala kucing gembul itu. “Yota baik-baik ya di rumah. Aku sama Taka mau keluar dulu. Kayaknya nanti aku juga langsung pulang ke rumah. See you tomorrow bola berbulu akuuu!” Navara gemas sendiri kala Yota menatapnya dengan bola mata hitam yang membesar.
“Vavaaaa!” Teriakan Takanael terdengar sangat kencang dari ruang tamu. Hal itu membuat Navara mendengus sebal.
“Iyaaaa! Sabarrrr!” Navara ikut berteriak lalu menghampiri Takanael.
Takanael menoleh, ia menarik Navara mendekat kemudian membantu gadis itu memasang jaket miliknya. Rupanya Takanael sudah naik ke atas kamar dan memilihkan sendiri jaket untuk Navara. Perbedaan tubuh keduanya sangat berpengaruh ketika jaket itu sudah terpasang di badan Navara.