02 Let's start - PB

384 42 19
                                        

PEMBUKAAN

Cr: mabaevtaehyung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cr: mabaevtaehyung

Klik dulu bintangnya^^
Lalu komen yupssss 😚

Happy reading babyyyy!



Sudah lewat tiga puluh menit Takanael menunggu kedatangan Navara. Namun, gadis itu belum juga terlihat. Takanael jadi kesal sendiri. Padahal, ia sangat benci menunggu seperti ini.

“Maaf ya, gue lama. Udah dari tadi nunggunya?” Navara datang lalu duduk di kursi kosong sebelah Takanael. Navara merasa bersalah karena datang telat dari waktu yang sudah disepakati.

Takanael melirik Navara dengan sudut matanya. “Mood gue ilang. Kita lanjut ngobrol di rumah gue aja.” Takanael menghela nafas kasar lalu beranjak dari duduk. Ia menarik lengan Navara kemudian keluar dari cafe dan menuju motornya.

“Kok ke rumah elo sih?! Mau ngapain? Lo gak ada niat jahat ke gue kan? Gue bisa laporin ke polisi ya, kalau sampe lo macem-macem!” protes Navara menatap curiga pada Takanael. Ucapan Navara mungkin terdengar mengancam, tapi malah membuat Takanael terkekeh kecil.

Takanael mengambil helm berwarna merah muda yang sudah ia siapkan. Takanael segera memasangkan helm tersebut dengan hati-hati di kepala Navara. “Helmnya pas gak?” tanyanya.

“Hmm. Pas kok. Kayaknya lo udah ngerencanain ini ya? Sampe bawa helm dua segala.”

“Maybe? Lo gak ada acara lain kan, setelah ini? Karena nanti selain tanda tangan kontrak kerja, gue bakal ngasih tahu lo tentang rumah juga. Karena lo bakal sering di sana juga nantinya.”

“Takanael jangan macem-macem!”

“Cuma satu macem aja kok.”

“Takanael gue gak bercanda! Kalau lo ngapa-ngapain gue, gue gak bakal tinggal diem!” ancam Navara yang tiba-tiba merasa takut.

“Gue juga gak bercanda Navara. Gue serius. Gue gak ada niat jahat ke elo sama sekali. Sumpah deh. Demi rumah nanas Spongebob, gue cuma mau bikin surat perjanjian kita doang.”

Navara melunak begitu mendengar respon Takanael. Setelah keduanya naik ke atas motor, Takanael melajukan motornya dengan kecepatan sedang untuk membelah jalan raya yang kebetulan sedang sepi sore hari.

Hanya beberapa menit setelahnya, mereka sampai. Takanael mengajak Navara masuk ke dalam rumah dan mempersilakan gadis itu untuk duduk di sofa ruang tamu.

“Mau minum apa?” tanya Takanael lembut.

“Air putih aja.”

Takanael tersenyum miring sambil geleng-geleng kepala. “Jangan gengsi. Anggap aja rumah sendiri. Cola? Mau?” tawar Takanael. Mencoba mengakrabkan diri dengan Navara.

Pacar BayaranCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang