14

17.6K 1.7K 95
                                        

“Seperti apa sebenarnya rasa dari jatuh cinta itu?”

.

.

.

Begitu keluar dari kamar mandi aku langsung menyambar ponsel yang terlihat menyala di atas meja bar dapur.

Aku melihatnya dan terdapat dua panggilan tidak terjawab datang dari pria yang aku rindukan selama beberapa waktu ini.

Aku segera memakai bajuku dan sebelum menekan icon telepon hijau, panggilan masuk darinya datang lagi. Tanpa berpikir panjang aku langsung menerimanya.

“Halo, Rain?”

“...”

“Rain?”

Heuk...”

Apa yang terjadi?

Dia terdengar seperti menangis.

“Rain, kamu di mana? Jangan menangis.” ucapku melalui ponsel sambil mencari kunci mobil.

Menelepon tengah malam saja sudah membuatku khawatir, apalagi mendengar suaranya yang seperti ingin.

Dari seberang terdengar suara gemerisik yang familiar melalui teleponnya, dan pandanganku ditarik ke luar jendela. Langit malam ini hujan lagi.

Tidak mungkin...

A-arka...” Suaranya terdengar gemetar.

Aku menyambar jaket yang tergantung. “Rain, kamu di mana, hm?”

“...”

Aku bergegas menekan lift ke lantai dasar. Suara isakan dan gemerisik hujan berselisih di seberang telepon.

“Rain.”

Sampai di lobi aku terkejut melihat pemandangan di hadapanku. Tubuh kurus itu basah kuyup di depan pintu utama gedung apartemen dengan para penjaga yang menghalanginya masuk.

Saat aku menghampirinya dia langsung memelukku dengan erat dan terisak.

“Nggak apa-apa. Jangan nangis,” ucapku sambil mengusap punggungnya.

“M-maaf...”

“Kita naik dulu, kamu kehujanan,” ucapku sambil melepaskan pelukannya.

Aku mengusap wajahnya lembut dan merasakan panas darinya. Lalu aku mengangkat wajahnya dan dia terlihat pucat.

Dia sakit, dia demam.

Aku melepas jaketku dan memakaikan padanya, kemudian membawanya ke apartemenku. Rain masih terisak dan aku hanya memeluknya sampai tiba di unit apartemenku.

Aku membawanya masuk, melepas jaketnya yang basah dan mengeringkan wajah dan rambutnya dengan handuk. Lalu mengambil pakaian baru untuknya.

“Kamu kemana aja?” tanyanya dengan suara bergetar.

Aku memegang tangannya yang gemetar dan memucat, wajahnya juga memerah dan bibirnya pucat.

[BL] REFRACTIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang