26

13.6K 1K 24
                                        

"Terkadang hidup seperti hujan atau matahari.

Meski tidak selalu memberi hasil yang baik, tapi ada masa terbaik yang menghasilkan keindahan layaknya pelangi."

.

.

.

"Woww!!!"

Raka berseru senang dengan mata melebar melihat pantai bersih dengan laut biru yang bergoyang segar di depannya. Dia merentangkan tangannya seolah akan memeluk hamparan luas itu.

Liburan semester sebelum menyambut akhir tahun kuliah telah datang sejak seminggu yang lalu. Dan kita sepakat merencanakan liburan ke pantai selama seminggu sejak bulan lalu.

Sebelum menghadapi skripsi yang memusingkan setiap mahasiswa yang ingin lulus, kita akan menyegarkan pikiran dan fisik bersama.

Aku, Arka, Bara, Alden, Vanessa dan Nanda. Kita berenam di tambah dengan Raka pergi bersama. Aku membawa Raka berlibur bersama teman-temanku untuk menebus dan menghiburnya karena sudah meninggalkan dia di rumah sendirian selama seminggu, sebelum dia menemukan teman baru.

Aku berjalan mendekati deburan ombak kecil yang bergoyang di tepi pantai. Cuaca hari ini cerah, sedikit panas tetapi di netralkan oleh semilir angin yang cukup sejuk. Meski suasana pantai ramai karena ini musim liburan, tapi semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Kaos lengan pendek berwarna kuning cerah untuk musim panas dan celana pendek putih selutut menjadi pakaianku hari ini. Aku tidak sepercaya diri orang lain untuk memakai kaos tanpa lengan, apalagi bertelanjang dada.

Arka dan Alden sedang menikmati aktivitas berselancar, sementara Bara dan Raka bermain Jet Ski. Dan dua orang lainnya yaitu, Nanda dan Vanessa, mereka lebih sibuk mengambil foto satu sama lain untuk di tambahkan ke Instagram.

Sementara aku tidak melakukan apa-apa. Karena aku baru saja keluar dari vila setelah tidur selama beberapa jam.

Sebelumnya aku tidak pernah naik pesawat, jadi aku tidak tahu kalau ternyata aku mabuk udara. Dan begitu sampai di vila, aku langsung tidur untuk beberapa waktu. Tadinya Arka menungguku di kamar, tapi mungkin dia keluar setelah aku terlelap.

"Rain, kata Arka lo mabuk? Udah enakan sekarang?" tanya Nanda seraya menghampiriku.

Aku hanya mengangguk.

"Bagus deh. Terus mau ngapain? Nggak mau ikutan mereka main di air?" tanya Vanessa.

"Nggak dulu, takutnya pusing lagi."

"Oh gitu."

"Kalau gitu kita lanjut duluan."

Lalu keduanya berbalik pergi sembari melambaikan tangan padaku.

Aku tetap di sana selama beberapa saat, lalu berbalik menjauh dari laut. Berjalan-jalan di atas pasir yang hangat sambil menikmati suasana.

"Hai."

Tiba-tiba datang dua orang perempuan dengan bikini seksi dan menyapaku dengan genit. Aku hanya membalas mereka dengan senyuman kering dan acuh.

[BL] REFRACTIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang