24

11.3K 1.1K 49
                                        

"Jika kamu berhasil mengenali seluruh dirinya...

Semua masa lalu yang berada jauh di belakangnya...

Setiap hal yang telah di laluinya. Dan seluruh perjuangan yang telah mengubahnya.


Maka tidak ada alasan untukmu menghakimi orang lain lagi."

.

.

.

Bara meneleponku dan memberitahu kalau Rain sepertinya diikuti seseorang akhir-akhir ini. Sebenarnya aku sudah curiga dengan kemungkinan seperti itu, sejak fotoku yang di blur berciuman dengan Rain tersebar.

Saat Rain meminta putus, aku juga sedang sibuk mempertanggung jawabkan keputusanku untuk perusahaan. Tidak semua orang menerima hubunganku dan itu mempengaruhi perusahaan. Saham kami anjlok, dan anak perusahaan yang baru saja di bangun kehilangan partner.

Rain selalu menolak panggilanku, jadi aku hanya bisa meminta bantuan teman-temanku untuk mengawasinya. Setelah kembali dalam perjalanan bisnis yang melelahkan, aku segera menelepon Raka untuk menanyakan keadaan pacarku. Tapi jawaban yang aku dapat dia sedang berada di luar kota untuk trip dengan rekan kantornya.

Firasatku mulai tidak enak dan aku khawatir terjadi apa-apa pada Rain. Masalah orang-orang yang menyebarkan foto belum di temukan, apalagi Rain tidak mau menjawab telepon atau membaca pesanku.

Begitu meninggalkan bandara, aku langsung pergi ke rumahnya. Tapi sampai di sana aku mendapati pintu sedikit terbuka dan ada sedikit kekacauan di ruang tamu. Aku meneleponnya, tapi ponselnya tidak aktif.

Aku menelepon Bara dan dia menjawab mereka baru bertemu tadi sore dan setelah itu Rain pulang. Lalu aku menelepon bos kafenya dan juga mamanya, tapi bosnya tidak tahu dan mamanya tidak bisa di telepon.

Apa yang terjadi?

Aku menelepon siapa pun yang mengenalnya, tapi tidak ada yang tahu di mana dia berada. Aku mulai frustasi dan stres karena tidak bisa menemukan di mana dia berada.

Tepat saat aku dan Bara hampir pergi ke kantor polisi untuk melapor, ponselku berdering. Begitu melihat nama Rain, aku langsung mengangkatnya.

"Halo? Rain."

Aku menjaga suaraku sedatar mungkin. Karena aku memiliki firasat dia dalam bahaya dan sedang bersama orang lain yang membahayakannya.

"Arka."

Suaranya tenang, tapi nafasnya tidak sama tenangnya. Aku tidak bisa lega, tapi mungkin dia masih baik-baik saja saat ini.

"Aku belum dengar jawabanmu."

Aku berpikir tentang apa yang ingin dia katakan.

"Jawaban tentang apa?"

Dia terdiam selama beberapa saat. Aku merasa Rain sedang mengulur waktu. Lalu aku menjauh agar tidak terdengar suara berisik dan Bara berdiri di sampingku mendengarkan.

[BL] REFRACTIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang