Cerita tentang anak-anak yang di paksa untuk sempurna oleh ibunya, bukan karena ibunya ambisius, tapi karena suatu kejadian yang membuat rose marah dan kecewa, untuk melampiaskan kekecewaan rose, rose melampiaskan ke anak-anaknya
[The end]
Ryujin membuka matanya saat ada sinar matahari yang menyorot mukanya "jangan buka tirainya" ucap ryujin pelan lalu menyembunyikan mukanya di dalam bantal.
Tidak ada yang berubah, ryujin juga masih bisa merasakan sinar mataharinya, dengan kesal ryujin membuka matanya seluruhnya "gw bila-", ryujin kaget saat melihat sosok pria seumuran dengan ayahnya sedang memegang tirai miliknya.
Ryujin memandangi pria itu beberapa saat, pria itu juga hanya memandangi ryujin, setelah beberapa saat ryujin akhirnya ingat "aaaa" ryujin menjentikan jarinya "om yang di foto", saat ryujin bilang om, pria itu berubah ekspresi menjadi sedih
Pria itu bagaikan bisu dia hanya memandangi ryujin dan merubah ekspresi wajahnya, ryujin tidak terlalu bisa membaca ekspresi wajah tapi ntah dapat hidayah dari mana ryujin tiba-tiba bisa membaca ekspresi wajah pria itu, "om kenapa keliatan sedih?"
Pria itu tidak menjawab, alih-alih menjawab pria itu malah berjalan ke arah ryujin, tidak biasanya juga ryujin tidak bereaksi apa-apa, bahkan ayahnya saja yang berjalan mendekat ke dirinya, pasti ryujin bergerak sedikit, tapi kali ini tidak, ryujin tidak bergerak sedikit pun, ryujin juga merasa sangat nyaman dan damai.
Pria itu duduk di pinggiran kasur ryujin, ryujin berada di tengah kasur, pria itu tidak memandang ryujin, pria itu memandang pemandangan kamar ryujin "saya ayah kamu", ryujin kaget, ya iyalah kaget tiba-tiba ada pria dewasa yang megangin tirai kamar miliknya lalu tanpa bersuara beberapa saat sekalinya membuka suara membuat ryujin ingin jungkir balik rasanya.
Ryujin tersenyum tidak percaya "jangan aneh-aneh om, om mau apain saya?" Ryujin mengucap bercanda agar tidak tegang suasananya, namun alih-alih jadi tidak tegang, suasanya menjadi semakin tegang.
Pria itu tanpa melirik ke arah ryujin sedikit pun berucap lagi "jeongwoo bukan adik kandung kamu" pria ini seakan tidak peduli dengan ucapan ryujin, dia terus berucap kata yang membuat ryujin syok.
Ryujin ingin sekali mengusir pria itu, tapi ryujin juga penasaran dengan apa yang akan di ucap oleh pria itu lagi, lagi-lagi pria itu berucap "jeongwoo...jaga dia baik-baik" ryujin merasa tidak asing dengan kata-kata itu, tapi dimana dirinya mendengar kata itu?, Pertanyaan semacam itu terus berputar di otak ryujin.
Tanpa bersuara pria itu berdiri lalu berjalan ke arah jendela, dia membuka jendela kamar ryujin yang seharusnya tidak bisa di buka, pria itu menengok sebentar ke arah ryujin lalu tersenyum, setelah itu pria itu langsung loncat dari jendela.
"Jangaaaaaaan!!!!" Ryujin terbangun dari mimpinya dengan keadaan leher yang di penuhi keringat, tanpa pikir panjang ryujin langsung berjalan ke arah jendela kamarnya.
Ryujin bernapas lega saat melihat kearah bawah jendela, "nggak bisa di buka", ucap ryujin dalam hati lalu berjalan ke arah toilet untuk membasuh muka dan lehernya yang basah akibat keringat.
Ryujin mengelap muka dan lehernya dengan handuk, ryujin mengusap lagi mukanya, tiba-tiba ryujin melihat ada seperti bayang-bayang pria yang muncul di mimpinya tadi, untung hanya selewat, andai muncul bener-bener muncul di pantulan cermin mungkin ryujin sudah membuat geger 1 rumah. "Astga gw kepikiran bgt kayaknya sama tuh orang, aneh-aneh aja mimpi gw" ryujin berusaha untuk menyangkal semua Pikiran buruk yang ada di otaknya.
Ryujin melempar handuknya sembarangan di westafel lalu keluar kamar mandi tidak lupa ryujin mematikan lampu kamar mandi, baru juga ryujin kaget barusan dirinya sudah di kejutkan lagi oleh adiknya yang sedang duduk di pinggir kasur miliknya "astgaaa" ryujin berjalan mendekat ke jeongwoo
Setelah di samping jeongwoo ryujin memukul bahu jeongwoo pelan "kalo masuk tuh ketok, jangan maen asal masuk, kalo nggak di jawab jangan masuk" ryujin berdiri lagi lalu pergi ke meja belajarnya yang ada komputer.
Jeongwoo masih mengusap bahunya yang tadi di pukul sama ryujin, lebay bgt emang jeongwoo "kak, tadi waktu bangun heboh bgt knp?" Ryujin kaget bagaimana adiknya bisa tahu, "mungkin td dia lewat", ryujin terus menyangkal semua firasat buruknya dan rasa curiganya.
"Mimpiin elu make kostum pengsoo"
"Kaaaaak" jeongwoo mukanya merah padam malu, mengingat beberapa tahun lalu dia di dandani menjadi pengsoo karen kalah main game.
Tidak ada pertanyaan lagi dari jeongwoo, akhirnya ryujin nengok untuk melihat jeongwoo sudah pergi atau belum, ryujin berharap jeongwoo udah pergi, tapi sayangnya jeongwoo masih ada, dia melihat-lihat ruangan milik ryujin yang sering dia datengin "ngapain si lu woo, amnesia sama tata letak kamar gw?"
Jeongwoo tidak mempedulikan suara ryujin dia terus mengelilingi kamar ryujin, sampai akhirnya jeongwoo berhenti di depan foto keluarga "kak tau nggak kenapa bunda berubah?, Ayah juga, lu tau nggak knp ayah jadi kayak gini?"
Ryujin kaget mendengar pertanyaan jeongwoo yang bertubi-tubi, kenapa harus sekarang sih? Kenapa harus sekarang sih, kan ada besok?, Ryujin terus bertanya sendiri di dalam otaknya
"Kak?" Jeongwoo melambaikan tangannya di depan muka ryujin
"Ah iy, knp?" Ryujin kembali tersadar dari lamunannya yang mungkin akan sampai nanti tengah malam
Jeongwoo menatap ryujin menyelidiki "kakak udh tau?" Saat jeongwoo menanyakan ini ekspresi jeongwoo berubah jadi seperti takut, ryujin menyadari itu.
"Tau lah, semua orang juga tau...." Omongan ryujin di potong, di potong karena mau melihat ekspresi jeongwoo, yap benar saja, eskpresi jeongwoo terlihat panik.
"Kan gara-gara ayah sama bunda berantem kan, emang mau apalagi?" Jeongwoo bernapas lega saat mendengar kata lanjutan ryujin, ryujin juga melihat perubahan ekspresi jeongwoo "apalagi yang gw nggak tau?", Ryujin kembali menatap komputernya.
Saat ryujin menghadap ke arah komputernya, jeongwoo pergi keluar kamar ryujin.
Baru juga jeongwoo menapakkan kakinya di lorong, tiba-tiba ada jaehyun yang muncul didepannya, jeongwoo reflek langsung menunduk, jaehyun acuh tak acuh melihat jeongwoo menunduk, dia langsung pergi masuk ke dalam kamar ryujin.
Jeongwoo kembali mengangkat kepalanya dan menghembuskan napas yang panjang, lalu dia pergi ke kamarnya, tanpa jeongwoo sadari ada jaehyuk yang melihat tadi, dan jaehyuk menatap jaehyun dengan kebencian, bener-bener kebencian, matanya seperti ngomong 'jangan sentuh adek-adek gw', jaehyuk masih stay di tempatnya untuk melihat ayahnya keluar dari kamar adiknya, lalu jaehyuk akan masuk saat ayahnya keluar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.