Terlambat

2.5K 279 36
                                        

Jangan lupa vote & komen

Enjoooy !


Bahkan... untuk memperbaiki kisah cinta kitapun aku sudah terlambat.

Menyadari bahwa aku mempunyai rasa cinta yang besar pun aku terlambat.

Hingga kau memilih untuk menyerah karena aku memang sudah tak pantas untuk dipertahankan.

Aku egois

Mianhe...

Jisoo-ya.







🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰

Udara segar dipagi hari dengan ditemani sinar matahari yang mulai muncul disebelah timur.
Sang pemilik kamar masih enggan membuka matanya, menikmati hangatnya balutan selimut ditubuhnya.

"Sayang.. bangun kita ada jadwal ke rumah sakit pagi ini" eomma kim masuk kedalam kamar sang putri membangunkannya.

"Jisoo" dia duduk disamping jisoo yang masih saja enggan untuk bangun.

"Hoaamm.. ne eomma" jisoo menggeliat saat tangan dingin eomma nya menyentuh pipi hangatnya.

"Cepat hari ini diantar oleh appa, eomma siapkan sarapan dulu untukmu" dara bangun dari duduknya kembali keluar kamar dan menuju dapur menyiapkan sarapan untuk keluarganya.

Jisoo bangun dari tidurnya, duduk terlebih dahulu disisi ranjang meminum air putih di atas nakas. Dia berdiri menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka. Setelahnya dia segera mengganti bajunya dan segera turun ke bawah.

Jiyong sudah menunggu dibawah dimeja makan bersama dara. Jisoo langsung duduk dihadapan sang eomma yang menyiapkan piring sarapan untuknya.

"Gomawo eomma" ucap jisoo menerima piring makananya dari dara.

"Makan yang banyak" dara tersenyum.

"Mianhe.. aku selalu menyusahkan kalian" jisoo menatap sendu kedua orangtuanya.

"Jisoo-ya.. kamu juga putri kami, jangan berbicara seperti itu" jiyong menatap jisoo dengan lembut.

"Ne.." jisoo mengangguk matanya berkaca-kaca, dia merasa tak berguna hidup dirumah ini. Apalagi setelah jennie pindah dari rumah gara-gara jisoo, membuat jisoo menjadi tidak enak hati.

Berawal dari perhatian jisoo yang membuat nyaman, kemudian jisoo menyatakan perasaannya pada jennie. Semuanya berjalan lancar diawal, namun tanpa sepengetahun jisoo jennie berkencan dengan orang lain, sikap jennie berubah dingin pada jisoo.

Jisoo tahu jennie pergi dari rumah ini gara-gara dirinya, namun jennie bicara pada orangtuanya karena pekerjaannya.

"Apa jennie menghubungimu ji?" Tanya jiyong

"Ahh tidak appa" jisoo tersenyum canggung.

"Biarkan dia tahu kondisimu jisoo" dara ikut dalam percakapan mereka.

Jisoo menatap ke arah dara sendu, dia tak mau lagi menjadi beban orang lain. Cukup orang tua nya saja yang tahu kondisi jisoo.

"Jangan eomma. Biarkan saja dia tahu sendiri nanti" jisoo tersenyum kecil lalu kembali memakan sarapannya.

All About Jensoo [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang