Unlearn.

2.5K 168 10
                                        

Jensoo
Genben
Jitop

__________________

¤ Cerita ini merupakan sudut pandang kim jisoo ¤

Perkenalkan aku Kim Jisoo umurku bisa dibilang masih muda baru menginjak yang ke 27, aku bekerja disebuah restoran jangan salah sangka, aku hanya seorang pelayan bukan pemiliknya.

Hari - hari ku, aku dedikasikan untuk bekerja setiap harinya, bahkan kisah hidupku biasa biasa saja, tidak bergenre romance seperti kebanyakan orang.

Tapi akhir-akhir ini, aku berkenalan dengan seorang wanita cantik, dia sangat baik bahkan dia menolongku, memang ceritanya agak memalukan tapi aku coba ceritakan pada kalian.

Pada suatu malam, aku pulang bekerja pada pukul 9 malam, biasanya aku pulang menggunakan motorku, tapi malam itu motor satu - satunya keluarga ku harus dipakai oleh adik perempuan ku.

Ohh ya, aku hanya dari keluarga miskin tanpa ayah, kita tinggal bertiga, aku, eommaku, dan uri dongsaeng park chaeyoung. Dia seorang mahasiswa fakultas seni. Sebenarnya umurku dan adikku tidak jauh beda kita hanya berbeda 2 tahun. Pasti kalian bertanya, kenapa aku tidak kuliah?. Pasti kalian tahu jawabannya, ya eommaku tidak punya uang untuk menyekolahkan 2 anak sekaligus, jadi aku harus mengalah sebagai seorang oppa untuk adikku.

Balik ke cerita, sepulang dari restoran aku mampir ke sebuah supermarket berniat membeli minum dan kopi kesukaanku saat akan membayar aku lupa dompetku tertinggal di restoran, akhirnya aku bilang pada penjaga kasirnya bahwa dompetku tertinggal, saat akan melangkah tiba tiba seorang perempuan mencegahku.

"Pakai uang ini dulu mbak" dia memberikan uangnya pada penjaga kasir.

Aku hanya diam melihat dia membayar semua belanjaanku, malu rasanya.

"Kamsahamnida agasshi" aku membungkukan tubuhku.

"Aku akan mengambil dompetku, kalau berkenan boleh menunggu? Tidak akan lama" aku berniat berlalri kembali ke restoran tiba tiba.

"Tidak usah, kau boleh mengambilnya" dia tersenyum manis padaku.

"Aku tidak enak, tidak akan lama" ucapku.

"Nanti saja, kalau kita bertemu lagi" sahutnya.

"Kalau begitu boleh aku tahu namamu?" Aku bertanya padanya.

"Hmm... Kim Jennie" dia mengulurkan tangannya padaku dan aku menyambut uluran tangannya.

"Nama yang cantik, seperti orangnya. Aku kim jisoo" aku tersenyum padanya.

"Marga kita sama ternyata "kim" " ucapnya terkekeh.

Setelah pertemuan pertama kami, ternyata besoknya kita bertemu lagi, sepertinya dia ditakdirkan untukku.

Aku mengganti uang yang kemarin miliknya, dia sempat menolak namun aku tidak enak hati jadi aku menggantinya, setelah kejadian itu kita semakin dekat dan saling tukar nomor telepon.

Setelah kejadian itu dan kita saling dekat, jennie sering mendatangi restoran aku bekerja, dia kadang datang sendiri atau dengan teman-temannya, bahkan aku sempat dikenalkan pada mereka oleh jennie, dia sangat baik bukan.

All About Jensoo [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang