09 : Mate bond

19.3K 1.8K 75
                                        

"Jae..." panggil doyoung dengan lembut. Membuat sang alpha yang tengah terlihat fokus itu membuyarkan fokusnya.

"Kau menemukannya?" Tanya jaehyun.

Doyoung terdiam sejenak kemudian menganggukan kepalanya ragu. Mendapat jawaban tersebut jaehyun pun tersenyum.

"Jaehyun-a...dia tidak ada hubungannya dengan masalah ini." Ujar doyoung cepat.

"Tentu dia berhubungan. Semenjak ia menjadi mate donghyuck. Saat itu juga dia akan berurusan denganku." Dingin jaehyun.

"Tapi dia tidak memiliki salah apa-..."

"Hyung bisakah kau sekali saja mengikuti rencanaku tanpa harus ada perdebatan diantara kita?" Ujar jaehyun yang membuat doyoung terdiam.

"Aku mendukungmu jae...selalu...tapi aku rasa ini sudah melewati batas...kau tidak bisa menyakitinya. Dendammu hanya pada keluargamu." Ujar doyoung mencoba memberi pengertian.

"Dan omega itu adalah mate donghyuck. Yang artinya ia juga menjadi bagian keluarga terkutuk itu hyung!" Ujar jaehyun dengan sedikit emosi.

Doyoung terdiam menatap wajah mengeras milik alpha di depannya. Wajah yang sangat tegas dan dingin. Namun dibalik wajah itu. Tersimpan sebuah kesedihan dan kerinduan yang tidak dapat disampaikan.

Doyoung selalu tidak berdaya ketika melihat raut kemarahan yang diberikan oleh jaehyun.

Bukan karena ia takut. Ia bisa saja menyerang alpha di depannya itu dengan bisa beracun miliknya. Namun ia merasa sedih, karena melihat wajah jaehyun. Mengingatkannya pada sang ratu serpant.

Jeno menginjak kepala ular bersisik hitam di depan kakinya dengan tidak berperasaan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jeno menginjak kepala ular bersisik hitam di depan kakinya dengan tidak berperasaan.

"Aku rasa hyungmu benar-benar merencanakan sesuatu pada matemu." Ujar jeno pada alpha di depannya.

Donghyuck menutup rapat mulutnya dengan kedua manik tegas yang memandang datar ular di bawah kaki jeno yang sudah tidak berbentuk.

"Hyuck." Panggil jeno yang membawa kembali fokus donghyuck padanya.

"Kau benar-benar tidak mau memberitaunya tentang masalah mu dengan hyungmu?" Tanya jeno.

Donghyuck pun menghela nafasnya berat dan menggeleng sebagai jawaban.

"Kenapa? Bukannya mate berbagi masalah? Ini juga untuk kebaikannya." Tanya jeno lagi.

"Nanti...nanti aku akan memberitaunya." Ujar donghyuck pada akhirnya yang membuat jeno menghela nafas.

"Beritau dia hyuck. Sebelum kau menyesal nantinya." Peringat jeno yang dibalas kerutan bingung di kening donghyuck.

"Maksudmu?" Bingung donghyuck.

"Kau tidak tau pikiran licik hyungmu itu kan." Jawab jeno santai.

"Jen dia hyungku." Tajam donghyuck.

The Mate ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang