12 : Uninvited guests

13.8K 1.4K 79
                                        

Jeno menatap heran ke arah alpha di depannya. Membuat yang ditatap mendengus.

"Jangan terlalu sering menatapku, aku sudah memiliki omega manis." Celutuk donghyuck.

"Cih, kau pikir aku minat denganmu?!" Balas jeno.

"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya donghyuck tiba-tiba yang membuat jeno mengerutkan keningnya.

"Siapa?" Tanya jeno.

"Kau dan renjun. Apa yang kalian bicarakan?" Tanya donghyuck kembali.

"Kau tau?!" Kaget jeno.

"Ck, dia mateku! Aku tau semuanya." Balas donghyuck yang membuat jeno berdecih.

"Dia menanyakan hubunganmu dengan jaehyun hyung." Ujar jeno yang membuat donghyuck terdiam.

Melihat keterdiaman alpha di depannya jeno pun menghela nafasnya.

"Apa salahnya memberitau semuanya pada renjun, hyuck? Dia matemu. Kalau kau tau segala hal tentangnya, kenapa dia tidak boleh tau segala hal tentangmu? Bukannya itu tidak adil? Kau bisa membuatnya salah paham." Ujar jeno.

"Aku hanya takut jen." Lirih donghyuck.

"Apa yang kau takuti sih hyuck? Kau fenrir. Semua alpha bahkan takut padamu." Ujar jeno sedikit emosi.

"Menjadi fenrir bukan segalanya jen. Karena fenrir ditakuti, itu yang membuatku takut." Jelas donghyuck.

"Menerima ku sebagai matenya saja mungkin sudah cukup sulit bagi renjun. Mungkin sekarang semuanya masih baik-baik saja, tapi mungkin akan berubah setelah orang-orang tau bahwa matenya adalah fenrir."

"Aku tidak ingin semakin membebaninya dengan fakta bahwa jaehyun hyung membenciku dan bahkan berniat mencelakai dirinya karena dia adalah mateku."

"Omegaku sudah cukup menderita jen. Dan aku tidak ingin menjadi penderitaan lain untuknya." Jelas donghyuck.

Mendengar ucapan donghyuck membuat jeno terdiam. Ia memahami maksud dari sahabatnya tersebut.

Jeno pun menghela nafasnya dan menepuk pelan bahu tegap milik sahabat kecilnya.

"Tenang saja, apapun yang terjadi aku akan selalu berada di sampingmu dan mendukungmu hyuck." Ujar jeno yang kemudian beranjak pergi meninggalkan hyuck yang terkekeh ringan.

×
×
×
×
×

Donghyuck tersenyum tipis saat mendapati wajah damai milik sang omega yang tengah tertidur pulas di kasurnya.

Dengan perlahan donghyuck merebahkan tubuhnya di samping sang mate dan memeluk tubuh mungil milik renjun.

Membuat renjun semakin menyamankan diri di dalam pelukan donghyuck.

Lagi-lagi donghyuck dibuat terpesona akan kecantikan matenya. Entah untuk yang keberapa kali donghyuck bersyukur karena mendapatkan omega seindah renjun.

Alpha tersebut dengan lembut mengecup kening sang omega dan mengeluarkan feromonnya yang membuat sang omega semakin pulas.

Setelah melewati hari yang berat, donghyuck pikir menghabiskan malam bersama sang mate adalah pilihan yang tepat.

Setelah melewati hari yang berat, donghyuck pikir menghabiskan malam bersama sang mate adalah pilihan yang tepat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The Mate ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang