Part 10

221 77 2
                                        

Bunyi jarum jam yang hanya dapat di dengar dalam kamar Bella dan Gladis. Ingin mata mereka tertutup malam ini, akan tetapi bayangan Anna yang tadi pagi masih bersenda gurau dengan mereka terus tergiang di kepala.

Gladis berbaring dan menatap atas dengan kosong, dan Bella duduk terdiam di dekat jendela. Matanya terus sembab, hidung yang memerah dan tubuh yang seolahmati rasa oleh dinginnya suhu malam ini.

Angel datang memasuki kamar mereka membawa minuman hangat. Kedatangannya pun tak di hiraukan oleh Gladis dan Bella, bahkan tidak ada satupun yang menoleh padanya. Melihat pemandangan tersebut, entah mengapa membuat hati kecil Angel merasa kasihan.

Angel duduk di ranjang di samping Gladis yang masih berbaring, lalu tangannya menepuk lembut pipinya. Sekali lagi dia tidak mendapatkan respon, justru air mata Gladis yang dari tadi menggenang di kelopak mata meluncur jatuh.

Angel menghela nafas. Dirinya pada saat seperti ini sungguh tidak bisa diandalkan. Tapi bagaimana lagi, ini adalah rencana tuan dan nyonya nya dan dia hanya bisa mematuhi perintah keduanya. Dia memang jahat, tapi di lubuk hati paling dalamnya masih ada rasa belas kasih sesama manusia.

"Bella... Gladis... " Panggil Angel kepada mereka. Ingin melihat lagi reaksi apa yang akan mereka tunjukkan.

"Kalian tidak harus seperti ini juga kan? Tidak ikut makan malam, tidak tidur... Apa kalian berniat ingin menyakiti diri kalian sendiri?"

Perkataan Angel barusan berhasil membuat Bella yang sedari tadi menatap kosong ke luar jendela langsung beralih ke dirinya dan masih tetap tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.

"Aku bawakan kalian teh hangat yang aku coba racik sendiri, aku yakin kalian akan menyukainya. Aku tinggalkan di meja dan aku harap jika nanti aku kembali, cangkir itu sudah kosong, yang maksudku kalian minum bukan kalian buang"

Angel pergi meninggalkan mereka sebentar untuk pergi ke dapur. Ia akan membuatkan makanan untuk mereka berdua. Resep yang kemarin sangat di gemari oleh anak-anak itu, ia akan membuat itu kali ini. Siapa tahu dengan mencium aromanya nafsu makan mereka terpancing.

Kurang lebih tiga puluh menit masakan itu sudah jadi. Angel menghiasnya semenarik mungkin agar mereka terpikat tidak hanya oleh aroma dan rasa, tapi juga penampilan.

Angel kembali memasuki ruangan dan melihat cangkir teh itu sudah kosong cuma satu. Dia yakin Gladis yang meminumnya karena gadis itu sudah terduduk dari berbaringnya dan Bella masih tetap di posisi sebelumnya.

Angel meletakkan nampan berisi makanan itu di meja. Lalu, ia berjalan menghampiri Bella. tangannya ia letakkan di pundak Bella dengan pelan, karena dia tidak mau membuat gadis itu terkejut.

"Bella, kau tidak mendengarkan pesanku tadi? Ataukah kau tidak suka teh itu? Aku akan buatkan yang lainnya kalau begitu"

Angel hendak melangkah, namun tangan Bella menarik baju bagian belakangnya. Angel menoleh kebelakang menatap Bella yang kini juga menatapnya.

"Tidak... Tidak perlu. Jangan beri aku apa-apa, aku hanya mau Anna kembali"

"Kalau bisa aku memberikan itu, sudah aku kasih ke kalian sedari tadi. Sudah begini, kita bisa apa? Penculik itu bagaikan hilang ditelan bumi. Dia tidak meninggalkan jejak barang sedikitpun"

"Tapi aku yakin Anna dan teman-temanku akan kembali. Itu benar kan, Angel?"

"E-ehh?? I-iya, iya. Mereka pasti akan kembali kok, hehehe"

Bella menatap Angel dengan pandangan aneh. Kenapa Angel bisa tiba-tiba gugup begitu?

Angel berdehem pelan dan berjalan ke arah meja tempat makanan yang ia siapkan itu berada. Dia membuka tutup dan aroma masakan menyebar luas ke seluruh ruangan.

Mystery IslandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang