Angel terbangun di pagi harinya. Tangannya meraba-raba sisi ranjang, namun dia tidak dapat merasakan keberadaan ayah ataupun ibunya. Angel duduk dan bersandar di ranjang, tangannya mengucek kedua matanya agar bisa melihat lebih jelas.
Satu kata yang ada di pikirannya, orang tuanya belum kembali semalam. Atau sedang berada di luar ataukah juga sedang berada di kamar mandi? Kaki kecilnya membawanya ke kamar mandi yang pintunya tertutup itu.
Angel mengetuk pelan pintu kamar mandi, siapa tahu benar ada ayah atau ibunya di dalam jadi dia tidak bisa langsung membuka pintunya begitu saja. Lama Angel menunggu, akan tetapi tidak ada respon sama sekali. Bahkan suara gemericik air pun tidak ia dengar.
Gadis itu mulai panik, dia pun berlarian keluar kamar dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya. Dia akan menemui Leona dan mempertanyakan keberadaan kedua orang tuanya.
Angel dengan tidak sabaran mengetuk pintu Leona, sampai Leona sendiri terkejut dan buru-buru membukakan pintu. Leona langsung mendelik tajam kepada Angel yang berhasil membuatnya kalang kabut, dia pikir tadi bukanlah Angel tetapi suaminya, Andre.
"Ada apa?" Tanyanya ketus. Angel menatap Leona sedikit takut ketika dia melihat wajah garang Leona yang baru bangun tidur. Gadis itu memilin ujung baju tidurnya dan berbicara sangat pelan sekali sampai-sampai Leona harus menunduk.
"Cih, kau ini! Bicaralah yang keras!"
Tubuh Angel semakin bergetar ketakutan, dan Leona sadar akan hal itu. Dia tahu gadis kecil di depannya ini ketakutan atas bentakanya, tapi dia sebenarnya juga kesal kepada gadis kecil ini karena telah membuatnya bangun cepat-cepat dari tidur nyenyaknya.
Leona memijit pelipisnya pelan, dan mensejajarkan tingginya dengan Angel. Leona meraih kedua tangan kecil Angel lalu ia gengam dengan lembut. Leona memberikan senyum hangatnya pada Angel ketika gadis itu sudah berani menatapnya.
"Apa kamu takut padaku sekarang? Maafkan aku atas perkataanku tadi, aku sungguh tidak bermaksud. Kamu sih, tiba-tiba datang ke kamarku dan mengetuk pintu keras sekali. Aku jadinya terkejut dan marah padamu, kan~... Jangan diulangi lagi, ya?"
"I-iya. Ma-maafkan Angel, kak Leona. Angel t-tidak akan mengulanginya lagi, janji!"
"Bagus, terus jadilah gadis kecil yang penurut. Sekarang beritahu aku, kenapa kamu datang ke kamarku pagi-pagi sekali dengan tergesa-gesa?"
Gadis itu tidak langsung menjawab, kepalanya kembali ia tundukkan. Tangan yang masih dipegang oleh Leona, balik mencengkeram erat tangan Leona. Leona dibuat heran dengan tingkahnya.
"Cepat katakan, jangan mewek terus seperti itu," ucap Leona tak sabar. Waktunya tidak selonggar itu hanya untuk menunggu gadis di depannya ini bicara. Jika kali ini gadis itu tidak mulai bicara, maka...
"Kemana ayah dan ibuku sebenarnya, kak? Kenapa mereka belum kembali juga? Bukankah kakak bilang mereka akan kembali saat malam hari, tapi tadi pagi Angel tidak melihat mereka di kamar dan di kamar mandi," tanya beruntun gadis itu. Leona diam sesaat mencari alasan lain. Angel menatap Leona, berharap wanita itu cepat memberitahunya keberadaan orang tuanya itu.
"S-sebenarnya mereka sedang sakit, sayang. Sewaktu mereka akan kembali ke sini, ayahmu menghubungiku dan mengatakan bahwa ibumu sedang sakit. Lalu, tiba-tiba ayahmu batuk-batuk dengan keras kemudian memutus panggilannya denganku," tuturnya berbohong kepada Angel. Leona melihat reaksi apa yang akan di tunjukkan gadis itu setelah mendengar cerita karangannya.
Angel kini merubah ekspresinya menjadi sedih dan khawatir. Leona secara reflek langsung memeluk gadis malang itu dan mengelus punggung kecilnya. Angel membalas pelukan Leona dan mulai menangis kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mystery Island
Mystery / ThrillerEnam remaja mempunyai hobi yang sama yaitu berpetualang. Kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin akibat badai, sehingga mereka harus berlindung sementara di sebuah pulau aneh yang terdapat satu rumah yang misterius. Misteri apa yang ter...
