...
Orang-orang yang selalu berpikir positif itu seperti orang yang melihat seekor ular beracun sebagai sahabat karibnya. Ketika ular itu mematuk dirinya, dia akan berpikir, “Ah mungkin ini ciuman cinta dari sang ular.”
Ketika racun telah menyebar ke seluruh badannya, dia lantas merasa bahwa itu adalah takdirnya yang “indah” dan menganggap bawah Tuhan telah mengujinya.
Ketika tiba saatnya dia sekarat dan meninggal dia masihlah berpikir bahwa dia akan masuk surga. Ketika pengadilan Tuhan digelar, dan dia dinyatakan masuk neraka, dia masihlah berpikir bahwa Tuhan sedang melakukan sebuah “lelucon” ke dirinya.
Ketika dia disiksa oleh malaikat yang bengis, dia masih menganggap bahwa apa yang dia alami ini adalah bentuk rasa cinta Tuhan ke dirinya. Ketika dia menjadi arang yang hitam pekat dia terus berpikir “Setidaknya aku pernah merasakan neraka yang tak semua orang merasakannya.”
Begitulah cara berpikir orang-orang yang selalu berpikir positif, menganggap dunia ini sebagai dunia dongeng yang berakhir indah. Menganggap bahwa semua adalah anurah sang Tuhan yang Maha Adil dan Maha Bijaksana. Orang-orang naif yang melihat dunia sebagai taman kanak-kanak yang penuh boneka.
Terlalu naif.
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
Historia Corta[RE-PUBLISHED] Hanya berisi tulisan random tentang pikiran, kisah hidup, dan keluhanku yang tidak bisa aku ekspresikan di dunia nyata. Semuanya kutulis agar aku bisa meluapkan apa yang aku rasa saat ini. Publish ulang karena gaada tempat curhat sela...
