...
Aku cukup menaruh simpati terhadap diriku sendiri. Kalau aku melihat diriku kebelakang, aku bisa melihat diriku yang penuh amarah dan dendam. Dengan perasaan itu, aku selalu memandang sinis terhadap dunia dan orang lain. Akibatnya aku menjadi seorang penyendiri yang menyedihkan, menggerutu terhadap apapun yang aku lalui, dan tak jarang mengutuki takdir yang aku punya. Tapi kalau aku melihat diriku ke cermin saat ini, aku tak melihat dia disana. Di depan cermin aku melihat orang lain. Tak ada lagi raut amarah dan dendam yang terpatri disana, melainkan hanyalah seorang pria tak berwajah. Apa yang hilang disana? Aku pun tak tahu.
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
Short Story[RE-PUBLISHED] Hanya berisi tulisan random tentang pikiran, kisah hidup, dan keluhanku yang tidak bisa aku ekspresikan di dunia nyata. Semuanya kutulis agar aku bisa meluapkan apa yang aku rasa saat ini. Publish ulang karena gaada tempat curhat sela...
