...
Setengah dari diriku ingin menyerah, setengah dari diriku yang lain ingin berjuang. Setiap hari, setiap waktu, setiap detik dan setiap saat aku bertarung dengan pikiranku sendiri. Dalam pikiranku, ada sebuah keping koin yang selalu berputar terus-menerus, aku tak pernah tahu dimana koin itu akan berhenti; kepala atau ekor; menyerah atau berjuang; mati atau hidup.
Sedangkan masa depanku masihlah berkabut, aku selalu merasa takut untuk melewatinya, apakah dibalik kabut itu terdapat taman bunga yang indah? Ataukah disana ada sebuah Harimau yang siap untuk melahapku? Bagaimana kalau aku berhenti dan tak pernah melanjutkan perjalanan ini, apakah aku akan menyesal atau justru merasa lega?
Aku berada di tengah-tengah neraka dan surga. Aku punya banyak alasan untuk hidup. Tapi aku punya banyak alasan juga untuk mati. Wkwk. Ini semacam dilema yang tak berkesudahan. Aku penakut dan pengecut. Aku selalu berharap aku tak pernah ada, tak pernah terlahir, tak pernah tercipta.
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
Short Story[RE-PUBLISHED] Hanya berisi tulisan random tentang pikiran, kisah hidup, dan keluhanku yang tidak bisa aku ekspresikan di dunia nyata. Semuanya kutulis agar aku bisa meluapkan apa yang aku rasa saat ini. Publish ulang karena gaada tempat curhat sela...
