...
Sewaktu kecil aku adalah anak yang penasaran, aku ingin tahu semua hal yang ada di dunia ini. Sesuatu yang sepele bahkan hal yang rumit pun aku pelajari demi mendapatkan jawaban atas rasa penasaran ini. Hingga pada akhirnya aku mengerti tentang kutipan yang aku baca dulu;
"Ada beberapa hal yang harusnya manusia tidak ketahui. Dan ketika kalian mengetahuinya, kalian akan menyesal."
Benar saja, tak lama dari itu aku mendapatkan sebuah kebenaran yang disembunyikan. Betapa busuknya keluarga ini, betapa palsunya hubungan ini dan betapa muaknya aku melihat dunia yang berada dihadapanku. Aku tak bisa kembali. Dan itu merubahku seutuhnya. Aku selalu memandang seseorang dengan curiga dan memandang dunia ini dengan sinis.
Aku selalu bertanya-tanya tentang ketulusan seseorang, aku selalu curiga tentang kebaikan yang orang lain berikan, aku hidup dalam paranoid dimana aku tak bisa mempercayai satu orang pun di dunia ini. Itu karena aku tahu, setiap orang tidak benar-benar mencintaiku, menyayangiku dan menjadi tempat untukku bersandar. Aku mengtahui bahwa betapa palsunya hidupku saat ini. Hahahaha! Dan kau tahu bagian terburuknya?
Semuanya tak bisa kembali.
Seandainya, seandainya, seandainya aku tidak mengetahuinya, aku ingin hidup seperti dulu, aku ingin kembali menjadi diriku yang lama, menjadi diriku yang dipenuhi kebohongan yang indah. Dan mati tanpa mengetahui apapun, konyol sekali bukan, menginginkan kebahagian yang semu dan bodoh itu?
Setidaknya dengan begitu, aku tak membenci diriku, hidup ini dan dunia ini.
Tertawakan saja diriku.
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
Short Story[RE-PUBLISHED] Hanya berisi tulisan random tentang pikiran, kisah hidup, dan keluhanku yang tidak bisa aku ekspresikan di dunia nyata. Semuanya kutulis agar aku bisa meluapkan apa yang aku rasa saat ini. Publish ulang karena gaada tempat curhat sela...
