...
Aku tak bisa memungkiri bahwa aku iri dengan adikku. Dia mempunyai semua yang tidak pernah aku dapatkan. Dia mendapatkan semua yang aku inginkan di hidupnya.
Dia mempunyai orangtua yang utuh dan sportif. Dia mempunyai keluarga yang menyayanginya, dia mempunyai banyak teman dan hobi. Dia banyak menoreh prestasi dan dia mempunyai masa depan yang cerah.
Lucunya adalah, aku iri pada anak umur 6 tahun yang bahkan tidak pernah mengenalku.
Ada perasaan berdosa setiap kali aku ingin bertukar hidup dengannya. Dalam hati yang paling dalam, aku benar-benar iri.
Tapi, aku tak tega untuk merebut hidupnya yang bahagia itu. Setidaknya dia mewakili apa yang tidak pernah aku dapatkan selama hidup ini. Dia adalah diriku di semesta lain, dia adalah diriku yang bahagia, dan dia adalah adikku.
Rasa iri yang menyiksa itu menjadi paradox yang sulit dijelaskan.
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
Short Story[RE-PUBLISHED] Hanya berisi tulisan random tentang pikiran, kisah hidup, dan keluhanku yang tidak bisa aku ekspresikan di dunia nyata. Semuanya kutulis agar aku bisa meluapkan apa yang aku rasa saat ini. Publish ulang karena gaada tempat curhat sela...
