Part 22

200K 21.8K 465
                                        

Usai dari toilet, Jillian menuju ballroom untuk mencari suaminya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Usai dari toilet, Jillian menuju ballroom untuk mencari suaminya. Para tamu undangan yang kebetulan melihat Jillian, menatapnya penuh kekaguman. Jillian terlihat elegan, cantik dan seksi secara bersamaan.

Tubuh semampai dengan lekukannya, tercetak pada gaun yang di kenakan Jillian. Bokong yang bulat, dada padat dan kencang membuatnya terlihat seksi. Struktur wajahnya yang sempurna di poles dengan makeup tipis, semakin menambah kecantikan parasnya.

Kesempurnaan Jillian menarik, menggoda dan menghipnotis manusia yang berada disana. Kecantikan dan keseksiannya mendebarkan kaum adam serta membuat iri kaum hawa.

Senyum menawan tersungging dari bibir Jillian ketika ada yang menyapanya. Tidak jarang, mereka mengetahui profesi Jillian yang sekarang sebagai selebgram. Bisik-bisik para tamu terdengar ketika Jillian melewati mereka.

"Dia selebgram kan?"

"Itu Jillian bukan? selebgram yang sedang naik daun."

"Ternyata aslinya lebih cantik."

"Dia begitu sempurna."

"Tidak salah menjadikannya kiblat fashionku, dia selalu terlihat elegan baik di akun sosial atau aslinya."

Begitulah kasak-kusuk para tamu mengomentari Jillian. Walau sebagian ada omongan negatif dari orang yang iri namun lebih banyak perkataan positif dari mereka disana.

Liam mengalihkan pandangannya, penasaran karena pandangan para tamu disana menatap ke arah yang sama. Tak terkecuali semua orang di meja yang Liam tempat sekarang.

Liam menyipitkan matanya karena yang menjadi perhatian manusia disana adalah Jillian, istrinya. Liam melirik ke sekitar, temannya yang satu mejapun menatap Jillian penuh kekaguman.

Gabby menoleh, matanya melotot bahkan hampir keluar, tidak menutupi kekagetannya melihat Jillian yang sekarang mengarah ke meja yang ia tempati. Jillian begitu sempurna, tentu saja ia tidak terima dan iri.

"Jill?" Lily berdiri dan memeluk Jillian.

"Hai, senang bertemu denganmu disini, Lily." Balas Jillian.

Mereka mengurai pelukan dan saling melempar senyum.
"Kau terlihat cantik, lihatlah...semua mengagumimu." Bisik Lily pada Jillian.

"Itu terdengar berlebihan, Lily." Jawab Jillian.

"Lily, siapa wanita cantik ini? Kenalkanlah pada kami." Ucap seseorang di meja tersebut.

Second Life Changes EverythingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang