Apa semuanya usai disini? Apa semuanya berakhir disini? Apa semua teka teki ini sudah terjawab? Apa aku harus menyerah dan memilih melupakan semuanya? Pertanyaan itu terus berputar dikepalaku seiring punggung gadis yang kini berjalan menjauh.
Tidak! Aku tidak bisa membiarkan semuanya usai begitu saja!
Kaki ku melangkah maju mengejar Aneska. Ya! Aku harus mengejarnya tak peduli apa yang akan terjadi kedepannya.
°°°Hiraeth°°°
"LEO!!!! PRIKITIWWW!!" teriak Gilang dan Ryan yang langsung masuk kedalam rumah Leo,
"Kagak ada penghuninya," Dafa
"Gak apa-apa ga ada penghuninya, asal ada makanannya," ujar Gilang entengnya keluar dari dapur dengan camilan dari lemari
"Eh sini!" panggil Gilang menyuruh semuanya untuk duduk diruang tengah "jadi urusan Chelsea kemarin bener-bener dah selesai? Setahu gua, Chelsea orang yang ga mudah nyerah gitu aja mmm"
"Selama Chelsea ga libatin Kak Satria ini bisa kita atasi," Devano
"Lagian ngapain juga ngungkit-ngungkit masa lalu, heran" Ryan
Mereka menghabiskan waktu diruang tengah tanpa sang tuan rumah. The real anggap saja rumah sendiri ~_~
Hingga jam menunjukkan pukul 21:05 malam, sang tuan rumah belum juga menujukkan batang hidungnya.
"Eh, Leo kemana? Jam segini belum pulang?" Ryan yang mulai sadar akan jam yang berlalu
"Kata ayah juga ga datang ke kafe" Dafa yang baru saja habis menghubungi ayahnya
"Telponnya masih ga aktif" Devano
"Trus sekarang gimana?"
"Trus kita cari lah!!" Ryan nada ngegas
Gilang menyarankan agar salah satu dari mereka tinggal untuk mengabari kalau Leo tiba-tiba. Dan pada akhirnya dia memilih dirinya sendiri untuk tinggal dirumah iming-iming ingin menjaga rumah padahal tidak ingin meninggalkan sejumlah snack diatas meja. Semua pasrah kemudian bergegas pergi.
Tanpa pikir lebih panjang, mereka //Devano, dafa, ryan// langsung bergegas dengan kendaraan masing-masing untuk mencari Leo.
Sudah setengah jam berlalu mereka mencari Leo, tapi tak kunjung bertemu dengan sang empunya. Mereka mulai panik. Walau tau Leo juga berasal dari kota ini, tapi Leo tak cukup sebebas itu untuk tau semua daerah kota ini.
"Jangan - jangan si leo dibegal!" Ryan yang sudah panik ketakutan
"Tuh mulut di filter dikit napa!" desis Dafa, melirik keseluruh jalanan kota yang masih terlihat ramai
Setelah berfikir sejenak, mereka memutuskan untuk mencari dengan daerah berbeda. Devano yang akan mencari ke daerah utara, sementara Dafa ke selatan, dan Ryan sendiri akan ke daerah timur, terakhir daerah barat mereka akan mencari bersamaan.
Mencari cukup lama hingga dafa dibuat kaget ketika berhenti tepat di depan perumahan elit. Dafa yang baru saja melihat kendaraan yang ia kenal keluar dari gerbang perumahan elit tersebut.
Dafa tahu, diperumahan itu hanya satu orang yang ia kenal tinggal disana. Dan ya, seorang gadis yang cukup kaya raya untuk tinggal diperumahan elit itu.
Tapi.. Untuk apa?
Tak mau berfikir jauh lebih panjang, dafa dengan sigap mengikuti kendaraan itu, kendaraan milik leo.
Dengan memberi jarak agak jauh agar tidak ketahuan, dafa terus mengikuti Leo.
Tapi lagi -lagi dafa dibuat terkejut, bukannya kembali jalan ke rumah justru ia dibuat jalan dari arah sebaliknya rumah Leo tapi Dafa tetap kukuh untuk mengikuti leo dari belakang. Hingga sampai disebuah rumah yang sangat ia kenali, rumah yang sudah tidak terawat dengan baik karena ditinggal pemiliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hiraeth [on Going]
RandomKisah seorang pemuda yang "cacat?" bertemu dengan gadis tunanetra yang menjadi sasaran bully disekolahnya. Yang masih menjadi teka-teki penyebab kebutaan gadis itu. Akankah sang pemuda bernama leo berhasil membongkar teka-teki ini, dan menyelamatkan...
![Hiraeth [on Going]](https://img.wattpad.com/cover/271694217-64-k162979.jpg)