25

3 0 0
                                        

"GUA JUGA GA BERCANDA!" 

"TAU GA! INI SEMUA GARA-GARA LO!!" 

"tanggal 5 September pukul 12:06 pasien aneska telah menghembuskan nafas terakhirnya"

Sraakk!!

Mimpi buruk! Bahkan sangat buruk. Meraba-raba bagian atas nakas, mencari keberadaan benda elektronik persegi panjang.

01 September 2023
09:39

Sedikit bernafas lega, ternyata hanya mimpi. Dan kuharap begitu. 

Berjalan dengan langkah sempoyongan menuju kamar mandi, hari ini kami janjian untuk menjemput Ryan di bandara. 


°°°Hiraeth°°°

Kami bersiap-siap untuk menjemput Ryan dibandara. Ryan akan pulang hari ini. Dan ibunya menyuruh kami untuk menjemputnya. 

"Pesawatnya nyampenya kapan njirr?!" 

"Bentar.. Pesawatnya bakal landing sepuluh menit lagi" Dafa menenangkan Gilang yang tak sabaran. Kini seperti cacing kelaparan. Tak bisa tenang 

Karena Gilang yang sudah tak sabaran. Kami mampir sebentar ke sebuah kafe yang sudah tersedia di bandara. Tentunya Gilang yang traktir. 

"Vano dimana?"

Dafa menggeleng, memperlihatkan ponselnya "Telepon gua juga ga diangkat"

"Palingan lagi sama si Ratu lagi" celetuk Gilang, 

Deg?

"Palingan lagi sama si Ratu lagi" kalimat yang tidak asing bagiku

"Ha? Ratu? Siapa anjir?" -Dafa

"Si mantan sekretaris Osis sekolah gua, si mantannya Reihan" -Gilang 

"Ohh!! Gua tau! Yang dulu pas lomba pramuka di sekolah gua, dia yang ngurus-ngurus anak pramuka kan? Emang dah putus sama Reihan? Wah gila si" -Dafa

Aku diam, mendengarkan percakapan mereka. Percakapan yang tak terasa asing bagiku. 

Hingga aku teralihkan oleh waktu yang berjalan. "Tinggal semenit lagi" ujarku melihat jarum jam tangan menunjukkan pukul 14:29 

Kami secepatnya kembali ke area penjemputan terminal bandara. Sudah ada banyak orang disana yang sedang menunggu. 

"RYAN!!!"

"RADITYA RYAN MAHENDRA!!"

"RYAN!!"

Bukan aku yang berteriak, tapi Dafa dan juga Gilang yang paling semangat. Sonya mengundang perhatian penunggu lainnya. 

Ryan datang dengan membawa satu koper juga tas selempangnya. Terlihat seperti anak ibu kota. Gayanya sangat modis.

"Gua nungguin ikan keringnya aja dah" gumam Gilang disampingku. 

"Ibu gua dimana?" tanya Ryan, menghampiri kami 

"Sini!" Gilang merebut koper milik ryan "Lu bawa ikan kering yang gua pesan kan?" 

"Iya bangk*" 

°

"TANTEE.."

"Eh.. Gilang.. Masuk masuk" sambut ibu Ryan 

"Bu.. Anak ibu Ryan lho.." rengek Ryan, ketika ibunya lebih menyambut Gilang di banding dirinya 

Hiraeth [on Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang