Vote dulu fren lanjut baca ntar komen ya !
Happy reading
_______
"Sialan gue gagal lagi!"umpat seorang gadis setengah tidak sadar. Entah berapa botol yang sudah ia habiskan usai rencananya tidak berhasil.
"Arghhh...gue capek kayak gini! harusnya gue yang ada di posisi Nesya. Gue benci dia!" erangnya sambil melemparkan botol bekas alkohol sehingga menimbulkan bunyi yang keras. Untung kamarnya kedap suara jadi ia tak mempusingkan itu.
Semua kekesalannya ia ungkapkan malam ini tepat jarum jam menunjukkan pukul sebelas lewat tiga puluh menit. Ia mulai mengambil kepingan kaca yang pecah kemudian ia menyayat dadanya menggunakan pecahan kaca tersebut.
Darah segar mengalir begitu saja. Memang bodoh. Ia tertawa bahagia melihat sayatan dadanya yang begitu indah di matanya. Di sana terukir sebuah nama yang sudah sedari lama ia inginkan "Bagas's mine".
"Lo cinta pertama gue, lo orang pertama yang buat jantung gue berdetak tak karuan, lo orang pertama yang buat mikir soal prestasi, lo orang pertama yang mengajarkan apa arti perjuangan, dan lo orang pertama yang buat gue gila" ujarnya tersenyum getir diakhir kesadarannya.
Miris sekali. Lihatlah dirinya penuh dengan darah dan penampilan yang sangat urak-urakan. Tubuhnya tergeletak begitu saja di atas lantai yang sudah dipenuhi dengan pecahan kaca. Apakah itu semua layak disebut dengan kata cinta?
______
Pagi ini sinar matahari begitu cerah, secerah wajah Nesya yang sedari tadi mengukir senyumnya. Mungkin moodnya sudah membaik.
Setelah sarapan ia bergegas pamitan kepada Sandra dan Marcella. Perihal Sandra yang biasa mencegah Nesya hendak berangkat ke sekolah terlebih dahulu, sudah ia jelaskan kemarin bahwa dirinya dan seterusnya yang akan menjemput Bagas sesuai keinginannya kemarin.
Tentu saja membuat sang ibu negara menggelengkan kepalanya, dengan Ayah dan Andre sudah mengeluarkan gelak tawanya. Budak cinta.
Saat ini ia sudah sampai di depan rumah Bagas. Baru saja membuka helmnya, ia tersenyum melihat Bagas yang berlari ke arahnya dengan wajah yang sudah ditekuk. Namun tidak mengurangi kadar ketampanannya.
"Ngapain tuh muka ditekuk? bukannya tambah cakep malah tambah jelek yang ada" ejek Nesya cengengesan.
"Sebel sama mama!"balas Bagas dengan mengerucutkan bibirnya. Gemoy sekali,tapi Di mata Nesya terlihat sok imut.
"Gimana ceritanya?"tanya Nesya seraya menutup mulut Bagas agar tidak mengerucut.
"Abisnya dari kemarin gue minta adek nggak jadi-jadi. Padahal gue pengen punya adek juga biar ada temen main biar gue nggak keluyuran terus sama kurcaci-kurcaci" keluh Bagas menunjukkan kesedihan.
"Bego, lo udah gede bisa memproduksi sendiri kalo lo mau gue siap nih insyaallah" dengan pedenya Nesya berkata seperti itu sambil menepuk dadanya angkuh.
"Lo pasti sering gini ya?"tanya Bagas mengintimidasi.Membuat Nesya memukul lengannya cukup kencang.
"Ngarang! gue gini cuma sama lo doang suwer" balas Nesya meyakinkan seraya menunjukkan kedua jarinya yang berbentuk huruf V.
"Good girl, tapi belum waktunya sya"
Tidak salah dengar. Apa Bagas memangilnya dengan panggilan 'sya'?
"Apa lo panggil sya?"tanya Nesya memastikan.
"Iya, mulai sekarang gue panggil sya. Khusus buat gue doang" terang Bagas tidak bisa diganggu gugat, Nesya ingin menghilang saat ini juga. Sosweet.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Girl
Teen FictionPERINGATAN ⚠️ [SEBELUM MEMBACA ALANGKAH BAIKNYA SIMPAN DULU DALAM PERPUSTAKAAN KEMUDIAN VOTE DAN KOMEN KARENA MEMBACA CERITA INI BERSIFAT GRATIS TANPA DIPUNGUT BIAYA] Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis yang memiliki sifat cuek,judes,gala...
