✎ 15. Cheater

273 37 12
                                        

1 minggu kemudian






























"Mama!"

Eugene menoleh ketika suara familiar terdengar dari belakang tubuhnya, disusul kemunculan sosok yang sudah sangat lama tak dilihat matanya sedang berjalan berdampingan dengan Joonhyuk.

"Hyunjin!"

Hyunjin datang merentangkan tangan dan memeluk tubuh ringkih yang duduk di bangku taman. Hyunjin dapat melihat perkembangan ibunya sudah sangat membaik dibanding saat terakhir kali mereka bertemu. Bibirnya ranum, wajahnya juga tidak lagi pucat. Hanya saja, tubuhnya masih lemas karena masih dalam masa pemulihan.

"Kenapa baru nengokin Mama, Sayang? Mama kangen sama kamu." tanyanya sambil mengusap surai putranya.

"Maaf, Mah, baru dikasih cuti hari ini--oya, Mama udah makan?"

"Udah. Mama mau jalan-jalan, bosen."

Hyunjin tersenyum, kemudian memperagakan sikap hormat. "Siap, Mama mau ke mana aja, pasti aku temenin."

Hyunjin memindahkan Eugene ke kursi roda. Sebelum mereka pergi, Joonhyuk yang masih berada di sana diam-diam berbisik pada Hyunjin. "Pakai waktumu dengan baik, selagi bisa melihatnya hari ini." Kemudian, pria paruh baya itu pergi.

Perkataan tersebut tak terlalu dipikirkan Hyunjin, pria itu lebih fokus mendorong wanita paling spesial di hidupnya berkeliling Taman sambil menceritakan--karangan--tentang kehidupan yang dijalaninya setelah perpisahan mereka waktu itu.

"Temanmu salah memberi pesanan ke meja pelanggan?" tanggap Eugene di tengah cerita Hyunjin.

"Iya, pesanannya ketukar sama milik bos yang waktu itu delivery sambel terong karena gak ada menu itu di restauran kita. Bos sempet gak ngaku itu pesanannya karena malu, tapi waktu mau di buang, akhirnya dia jujur."

Eugene tak henti tertawa mendengar cerita Hyunjin, perutnya tergelitik hebat mengguncang bahunya. "Apa yang salah sama sambel terong? Itu gak memalukan."

"Entah, mungkin karena dia pemilik restauran, gengsinya biasanya besar."

Tawa Eugene perlahan mulai mereda, berganti tatap penuh bangga ke arah Hyunjin. "Mama senang kamu dikelilingi banyak orang yang mencintai kamu."

"Aku juga seneng keadaan Mama semakin baik."

Ini kali pertama bagi Jeongin menyajikan makanan dan menghabiskan waktu istirahatnya di Cafetaria

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ini kali pertama bagi Jeongin menyajikan makanan dan menghabiskan waktu istirahatnya di Cafetaria. Ia mulai terbiasa dengan keramaian sejak Hyunjin mengajarinya refleksi, dua tulpanya juga sudah jarang sekali muncul. Walaupun tak ada yang menemani, Jeongin tetap makan ramyeon dengan lahap siang itu--sebagaimana mestinya.

"Hey," Tamu tak diundang melengos duduk di sampingnya dan menaruh nampan bawaannya tepat di samping nampan Jeongin. Dari hawanya, Jeongin sudah menduga itu Jisung.

Disappear ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang