✎ Epilog ; One Day

390 29 9
                                        

Play Song:
Someday I Will - Rio

Play Song:Someday I Will - Rio

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.











Pada akhirnya, semua yang terperangkap dalam gelap, akan keluar dengan caranya masing-masing.

















"Selamat atas kelulusan mu!"

Sang wali kelas memberikan bunga sebagai bentuk apresiasi pada Jeongin karena telah menjadi siswa terbaik yang lulus dengan nilai tertinggi.

Sejak Joonhyuk ditangkap, tidak ada lagi kutukan peringkat satu di sekolah. Tidak ada lagi teka-teki mengenai identitas si pembunuh. Semua berjalan bagaimana mestinya. Tapi sayangnya, Jeongin tidak merasakan bagaimana 'semestinya' itu. Baginya ada beberapa tempat yang hilang di hatinya.

"Hai, teman!" Tiba-tiba tangan Jisung menyampir tanpa permisi di pundak Jeongin. Membuat Jeongin yang sempat melamun, tersentak lalu memutar bola matanya jengah. Manusia satu ini memang selalu muncul mendadak 'batin Jeongin.

"Say cheese!" Jisung berpose dua jari, tak lupa memamerkan sederet giginya ke arah kamera ponselnya.

Belum sampai situ, kilatan cahaya dari kamera Jisung pun menyambar mata Jeongin beberapa kali.

*flash

Jisung terlihat puas dengan hasilnya lalu lanjut mengetik caption, sebelum akhirnya mempostingnya. "Oke, mantap. Sekarang seluruh dunia tau kalau gue itu teman dari pria nomor satu di sekolah bergengsi ini."

Jeongin mengecek arlojinya. Ia ingin pergi namun Jisung masih merangkulnya. "Sung, gue mau duluan," Jeongin tersenyum kaku saat Jisung semakin mengeratkan rangkulannya.

"Itu senyum? Kayaknya lo perlu belajar lagi deh biar keliatan tulus." Jisung tertawa sambil menepuk-nepuk pundak Jeongin.

"Oh ya? Tepat! Gue emang lagi berusaha sabar hari ini,"

Jisung berhenti tertawa dan beralih menatap Jeongin dengan jari membelai dagu. "Tapi kelihatan gak ada bedanya. By the way, feed lo kosong tuh, kalo gue jadi lo udah gue penuhin tuh sama semua piagam lo."

"Jeong, ayo ikut ke cafe bareng kita. Jisung lagi banyak duit, nanti dia yang traktir." ajak Sam yang tiba-tiba datang lekas melayani adik kelas yang meminta foto.

"Sok asik anjir lo, tiba-tiba nyamber, padahal gak diajak."

Mendengar ocehan Jisung, Sam hanya berdesis.

"Yah sorry, Kak. Hari ini gue gak bisa, kalau mau nunggu, mungkin besok? Sekarang gue buru-buru, bye."

"Jeong, bawa surat ini." Sam mengejar Jeongin, untung masih belum terlalu jauh.

Disappear ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang