"Aku bertarung melawan kejahatan, tapi pada akhirnya, aku yang menjadi jahat." -Joonhyuk
Halo, ini Sam, bukan teman khayalan mu itu. Senang akhirnya bisa mendapat kesempatan ini.
Pria berwajah mirip rubah buru-buru merapihkan barang-barang di mejanya. Jejak air mata ia hapus, sementara tangan lainnya berusaha menyimpan ponsel yang baru saja memutar hasil rekamannya tadi siang. Di mana sekarang isinya terus terngiang di kepalanya.
Jeongin, aku tau hubungan kita kurang baik, tapi penyebab aku hilang 2 bulan lalu bukan karena beasiswa itu. Berhenti menyalahkan diri karena aku senang kamu bisa mendapat apa yang kamu impikan.
Melihat semua sudah beres, ia melangkah keluar dari kamar dan menuruni tangga.
Malam itu, aku ribut besar sama Papa setelah aku gak sengaja denger percakapan telepon yang membahas soal kasus pembunuhan di sekolah kita. Kamu pasti tau arah pembicaraan kita akan ke mana. Aku denger semua, semua yang jadi rahasia Papa dan temannya. Tentang kutukan peringkat satu, identitas asli Papa yang seorang Bos Mafia, sampai kronologis kematian temen-temen mu. Kita debat cukup lama, sampai akhirnya aku pergi ke bar buat nenangin diri.
Seperti biasa, kamu gak ada di rumah karena ada jadwal les. Yang jadi alasan aku hilang dan jadi seperti ini ....
Belum sempat mencapai muka pintu depan, suara berat khas Joonhyuk membuat pergerakannya membeku.
"Mau ke mana malam-malam begini?"
Jeongin mempertahankan posisinya untuk tidak menoleh. "Cari Kak Hyunjin." Jeongin menekan kenop pintu, namun lagi-lagi Joonhyuk menggagalkannya. Hentakan langkahnya kian mendekat.
"Coba bilang sekali lagi."
"Aku mau cari Kak Hyunjin!" bentak Jeongin yang akhirnya menoleh dan berteriak persis di depan wajah Joohyuk.
Plakk!
Satu tamparan meninggalkan jejak kemerahan di pipi Jeongin. Rasa perih berusaha ditahannya.
"Beraninya kamu cari pembunuh itu. Kembali ke kamar dan belajar, sebentar lagi ada jadwal les, jangan buang waktu mu buat hal gak berguna."
"Tapi Kak Hyunjin gak bersalah! Jejak yang polisi temuin itu ada karena kebetulan dia lagi di sana. Kak Sam gak mati ataupun hilang, dia ada. Barusan dia jelasin semuanya sama aku. Ini buktinya, liat video ini."
Baru terputar beberapa detik, ponsel Jeongin yang disodorkan langsung ditepis hingga tergeletak di permukaan lantai marmer dingin begitu saja. Tanpa sadar, mulut Jeongin terbuka lebar melihat apa yang baru saja ayahnya lakukan.
"Setelah membantu pembunuh itu, sekarang kamu berusaha merangkai dongeng untuk menghindari les? Berhenti mengada-ada."
"Kak Hyunjin adalah Kak Sam, dan apa tadi? Dia pembunuh?" Jeongin tersenyum masam. "Papa yang pembunuh! Papa bunuh mereka semua cuma demi peringkat pertama."
Joonhyuk termangu beberapa saat, namun tak juga menghilangkan tatapan buasnya. "Yakin kematian mereka karena Papa? Bukannya kamu? Kalau kamu dapat mempertahankan posisimu, mereka gak akan jadi korban."
KAMU SEDANG MEMBACA
Disappear ✔
Hayran Kurguft. Hyunjin & Jeongin Jeongin mendapati kakaknya bertingkah aneh, usai pertengkaran hebat yang juga melibatkan ayahnya. Sampai suatu ketika dia menyadari, kakaknya bukan lagi orang yang sama. Highest rank: #1 in Hyperthymesia #1 in Hyunin #14 in Jeo...
