RUANG Sunyi: Chapter 15

494 34 4
                                        

RUANG Sunyi!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

RUANG Sunyi!

[ Sebuah tempat dimana kita termenung dan berpikir kritis tentang banyak hal ]

Written by Wullandary95
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Zeenan dan nuren kini sudah berada disebuah toko bunga milik kakek char yang berada lumayan jauh dari pemukiman pedesaan, karena toko bunga "Hypen" itu terletak didekat danau "Pienus" yang biasa orang-orang kunjungi hanya untuk berlibur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Zeenan dan nuren kini sudah berada disebuah toko bunga milik kakek char yang berada lumayan jauh dari pemukiman pedesaan, karena toko bunga "Hypen" itu terletak didekat danau "Pienus" yang biasa orang-orang kunjungi hanya untuk berlibur.

"Ini toko bunga milik kakek char?" Tanya nuren sembari meletakkan sebuah box berisi bunga-bunga yang sudah mereka petik dikebun bunga yang berada dibelakang pekarangan.

Zeenan menganggukkan kepalanya pelan seraya menjawab, "Ya, toko bunga ini adalah milik kakek. Dan, sebenarnya bukan hanya ini saja; Ada juga toko bunga lain, tapi toko itu berada dipusat kota" Balas zeenan kepada nuren.

"Benarkah? Wah! Kakek char benar-benar hebat!" Kagum nuren yang kini sudah bertepuk tangan dengan semangatnya, yang mana semangat nuren tidak pernah hilang sedikitpun sejak dirinya datang kedesa Meadow.

Ceklekk!

Kini, zeenan dan nuren sudah berada didalam toko bunga; Dimana, nuren tak henti-hentinya untuk menelaah setiap desain yang berada didalam toko bunga Hypen.

"Zeenan, bolehkah aku belajar merangkai bunga?" Tanya nuren sembari mendekati sebuah box yang berisi bunga-bunga segar.

Zeenan yang baru saja mendudukkan dirinya disebuah kursi yang berada didalam toko bunga tersebutpun kini hanya mampu menganggukkan kepalanya; Ingin melarangpun rasanya zeenan tidak bisa, sebab keinginan nuren harus dan wajib diiyakan olehnya. "Terserah kau saja" Jawab zeenan dengan pasrah.

ZEENUNEW: Ruang SunyiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang