EPILOG: Special Chapter!

654 27 4
                                        

Kamis, 17 September 2043

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kamis, 17 September 2043

Semua orang berteriak, suara riuh yang orang-orang ciptakan itu tidak membuat sepasang insan yang sudah beberapa detik yang lalu telah resmi menjadi pasangan seumur hidup.

Zeenan Jeovarend, dan Nuren Evaghint RodriguezㅡMereka berdua sudah mengucapkan janji suci masing-masing diatas altar dengan dituntun oleh sang pendeta yang kini sudah turun dari atas sana mempersilahkan zeenan dan nuren untuk membuktikan cinta mereka melalui tautan bibir keduanya.

Zeenan Jeovarend, dan Nuren Evaghint RodriguezㅡMereka berdua sudah mengucapkan janji suci masing-masing diatas altar dengan dituntun oleh sang pendeta yang kini sudah turun dari atas sana mempersilahkan zeenan dan nuren untuk membuktikan cinta mer...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Angin sejuk yang diciptakan oleh sang dewi angin itu menerpa setiap surai orang yang sedang berdiri menatap zeenan dan nuren yang masih setia berciuman, seakan keduanya enggan melepaskan satu sama lain.

Cinta mereka jelas saja disaksikan oleh ombak laut yang sedang bergelombang diujung sana, kisah cinta yang sederhana itu menjadikan keduanya semakin merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya. Bahkan, zeenan dan nuren seakan seperti sosok pasangan yang paling sempurna hingga membuat setiap orang iri menatapnya.

"Nuren, tersenyumlah bersamaku mulai saat ini dan masa depan yang akan kita tempuh bersama-sama" Ujar zeenan ketika tautan bibir keduanya sudah berakhir.

"Dan, ceritakan semua keluh kesahmu padaku agar aku bisa merasakannya juga" Balas nuren yang mana tangannya sudah terangkat untuk membelai rahang tegas zeenan dan pastinya dengan dituntun oleh zeenan yang sedari tadi menggenggam jemari nuren.

"Aku janji, akan selalu disampingmu, menjagamu selalu, dan menjadi tongkat untuk kau melangkah. Katakan apa yang ingin kau lakukan, karena aku akan siap menuntunmu kemana kau pergi" Ucap zeenan lagi seraya mengecup singkat kening nuren dengan rasa sayang yang amat mendalam.

"Terimakasih, Hia. Karena hia sudah mau menerimaku apa adanya, tidak mempedulikan kekuranganku, bahkan kau masih memperlakukanku layaknya ratu kerajaan padahal kenyataannya aku bukan manusia yang sempurna lagi, aku buta namun hia masih mau menjadi mata untuk menuntunku berjalan" Tidak dapat lagi nuren tahan, sebuah pernyataan yang menyesakan itu seketika terlontar saja melalui bibirnya dengan air mata yang mulai menetes membasahi pipi chubby yang sudah dirias dengan eloknya.

ZEENUNEW: Ruang SunyiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang