RUANG Sunyi: Chapter 16🔞

919 36 6
                                        

RUANG Sunyi!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

RUANG Sunyi!

[ Sebuah tempat dimana kita termenung dan berpikir kritis tentang banyak hal ]

Written by Wullandary95
.
.
.
.
.
.
.
.
[ ⚠️WARNING! Cerita ini mengandung Unsur Dewasa🔞, Mohon Bijak dalam memilih sebuah cerita! Jika kalian dibawah umur 18 tahun dilarang keras membaca chapter ini! Author melarang KERAS⚠️ ]
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Malam semakin larut, suara dentingan jarum jam yang tergantung didinding kayu semakin terdengar jelas disetiap detiknya, mengalun menemani malam panas yang diciptakan oleh dua insan yang saling mencintai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam semakin larut, suara dentingan jarum jam yang tergantung didinding kayu semakin terdengar jelas disetiap detiknya, mengalun menemani malam panas yang diciptakan oleh dua insan yang saling mencintai.

"ooohhh aahhhh aaaahhhh!" Desah nuren panjang penuh kenikmatan, tubuhnya bergetar dan mengejang tepat didepan mata zeenan. Bagi zeenan, tubuh putih mulus dan indah milik nuren itu telah memuaskan pandangannya, tubuh seksi tanpa sehelai benangpun kini zeenan cumbu dengan sangat agresif. "Ahhhh, ze-zeenanh" Suara desahan yang nuren lontarkan itu membuat libido zeenan bertambah, bahkan rasa panas kini zeenan rasakan diseluruh tubuhnya.

"Nuren, jika kau merasa sakit, tolong katakan padaku atau kau cakar saja punggungku" Perintah zeenan sembari melebarkan bagian paha nuren, oh sepertinya zeenan sudah tidak tahan lagi untuk memasukkan miliknya pada lubang berkedut nuren.

"Hm" Mata sayu nuren hanya bisa berkedip lemah kearah zeenan, bermaksud mengiyakan perintah zeenan yang dikatakan kepadanya.

JLEBB!

"ARGHHHHHH!" jerit nuren saat penis besar zeenan menerobos masuk kedalam lubang sempit nuren, terasa menyakitkan bagi nuren yang baru pertama kali melakukan hubungan seks bersama seseorang. "Z-zeenan, s-s-akit" Lirih nuren yang kini wajahnya sudah seperti ingin menangis, bahkan cairan beningpun kini sudah menetes dari pelupuk matanya.

Zeenan yang melihat jika nuren merasa kesakitan buru-buru dirinya mengecup kedua kelopak mata nuren dengan lembut, "Aku akan menunggu sampai kau siap" Ucap zeenan yang belum juga menggerakkan miliknya dilubang nuren.

ZEENUNEW: Ruang SunyiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang