STORY-1
Masih acak acakan, belum revisi. Jadi harap di maklum..
RANK :
#1 - Fristlove (16 Mei 2022)
#2 - Fristlove (17 Mei 2022)
#1 - Fristlove (18 Mei 2022-6 juni 2022)
#1 - Duda (22 Mei 2022)
#2 - Brokenhome (24 Mei 2022)
#4 - family (26 Mei 2022)...
Di Rooaftop Starlight university. Asya dan Ardion sedang duduk sambil menikmati bekal makan siang mereka. Ini memang sudah di rencanakan, karena biasanya kantin kampus akan penuh di jam makan siang seperti ini dan Asya malas jika harus berdesakan hanya karena makanan. Alhasil ia membawa bekal dari rumah, lebih praktis dan higenis.
"Masakan Lo enak banget sih sya. Besok bawa lagi ya"
"Boleh, tapi gak gratis ya"
"Perhitungan banget sih Lo sama sahabat sendiri"
"Bukan apa apa, sekarang serba mahal. Apalagi minyak goreng"
"Curhatan emak emak memang beda" ucap Ardion datar.
"Hehehe" Asya cengengesan.
"Gue udah selesai makan, yuk balik ke aula" ajak Ardion.
"Duluan aja, gue masih mau ngadem disini. Lagian kumpulnya masih setengah jam lagi" tolak Asya.
"Oke, kalo gitu gue duluan"
Sepeninggalan Ardion, Asya hanya duduk sambil memejamkan matanya, menikmati semilir angin yang sejuk, hingga..
"Ehem.." suara deheman seseorang berhasil membuat Asya terlonjak kaget. Dilihatnya 3 pemuda sudah duduk dan menatap ke arahnya.
"Eh, ada kakak kakak senior. Ada apa ya?"
"Lo ngapain disini sendirian?"
"Ngadem" jawab Asya.
"Oh.."
"Kalian sendiri, ngapain disini?"
"Ini tempat nongkrong kita"
"E..hehehe, sorry gue gak tau ini tempat nongkrong kalian" Ucap Asya tak enak.
"Santuy, kita gak gigit kok. Btw nama Lo siapa?"
"Gue Asya Veena wistara, panggil aja Asya" ucap Asya memperkenalkan diri.
"Salken sya. Gue Fares, ini dua sahabat gue yang satu namanya Gerald, terus yang mukanya dingin dingin menggoda itu namanya Aldrin" Yap, tiga pemuda itu adalah Aldein, Gerald, dan Alfares.
"Salken semua" balas Asya ramah.
"Kalung Lo bagus" celetuk Aldrin tiba tiba.
"Hah, kalung gue?" Tanya Asya bingung
"Heem, mirip sama punya sahabat kecil gue dulu" Ucapnya.
"Lo denger gak rald?! Ini rekor bro, si boss bisa ngomong lebih dari 3 kata. Ayok syukuran!!" Heboh Fares, yang dibalas pelototan oleh Aldrin, sedangkan Gerald menatap Fares mengejek.
"Hehehe, bercanda bos"
"Sahabat masa kecil?" Asya terdiam, entah kenapa Asya merasa pamiliyar dengan wajah Aldrin.
Deg!
"Jangan jangan.. Ale?" batin Asya
"Jangan jangan..Aya?" batin Aldrin.
Flashback on
17 tahun yang lalu.. "Ayo Aya, kejar Ale sini" seru anak laki laki yang di panggil Ale itu.
"Ale, Belhenti. Aya cape tau" kesal si anak perempuan yang di panggil Aya.
"Yah, beru sebentar udah cape. Aya lemah"
"Enak aja, Aya gak lemah ya. Ale aja yang lemah"
"Yaudah, buktikan dong. Kejar Ale sini"
"Awas kamu ya, Aya pukul"
Aya dan ale terus bermain kejar kejaran hingga merasa lelah. Kedua anak kecil itu akhirnya duduk di bawah pohon sambil berbagi bekal makan siang mereka.
"Aya, Ale punya hadiah buat Aya" ucap Ale sambil menyembunyikan sesuatu dibalik punggung kecilnya.
"Apa?" Tanya Aya penasaran.
"Tada.."
"Wah kalung, ini buat Aya?"
"Iyah, baguskan? Itu Ale beli waktu ke mall sama mama"
"Bagus, telima kasih Ale"
"Sama sama Aya. Jadi sahabat Ale telus ya.. Aya jangan pernah tinggalin Ale"
"Aya gak akan tinggalin Ale, Aya sayang sama Ale"
"Ale juga sayang sama Aya"
Tapi sayang, takdir tidak mengizinkan keduanya terus bersama. Aya dan Ale harus terpisah karena orang tua Ale membawa Ale pindah keluar negri, meninggalkan gadis kecil bernama Aya sendirian dengan kesedihannya.
Flashback off.
_To be continued_
Follow me ⬇️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bonus kalung yang di pakai Asya a.k.a Aya⬇️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.