hehe lama tidak jumpa
***
Semilir angin dipagi indah ini membuat Alisya terlelap dalam mimpi indahnya. Hingga ia lupa bahwa kelas pagi sedang menunggunya saat ini. Alarm di nakas telah berbunyi sebanyak lima belas kali, namun tidak terdengar sama sekali oleh telinga mungil Alisya.
Hal ini membuat Roshita yang masih tertidur dengan nyaman di kamarnya kemudian berjalan dengan penampilan yang masih berantakan ke arah kamar Alisya, ia melempar dengan asal alarm Alisya yang tidak berhenti berbunyi itu.
"WOIII ANAK DAJAL, BANGUN!!! GUE CAPEK DENGER ALARM LOOO, ALISYAAAAA!!" ia menyiram wajah Alisya dengan secangkir air yang berada di atas meja.
Alisya terkesiap dengan perbuatan bar-bar Roshita. Ia tak menyangka bahwa Roshita bisa se ganas ini bila sedang mengantuk berat.
Bagaimana tidak ganas. Roshita baru tidur pukul tiga dini hari karena deadline tugas yang mepet dan mulai pukul lima hingga enam pagi ia harus diganggu dengan bunyi alarm yang tidak kunjung berhenti.
Dengan keadaan wajah yang tengah basah, Alisya langsung terduduk, raut mukanya terlihat tidak bersalah. Ia tersenyum sebentar, menatap Roshita penuh harap. Siapa tahu amarah Roshita mereda. "Hehe maaf Ros, aku kebablasan. Abisnya ada kelas jam tujuh, trus kamu tahu kan aku susah bangun. Nanti aku beliin makanan deh kalau pulang."
Mendengar penuturan Alisya, Roshita hanya mengangguk tanpa ada jawaban. Tubuhnya langsung ambruk dan kembali terlelap di atas kasur milik Alisya. Alisya kemudian mengangkat kaki Roshita ke atas kasur, lalu membenarkan kepala Roshita agar nyaman disana. Ia menutup tubuh Roshita dengan selimutnya, diusapnya sebentar surai Roshita. "Maaf ya, padahal kamu baru aja tidur."
Hampir tiga puluh menit bersiap-siap, Alisya segera melenggang menuju tempat dimana mobilnya terparkir. Senyuman di wajahnya tidak pernah luntur. "Hei Alis, mau kemana?" Jeffry dari arah gym dengan keringat penuh mengucur di wajahnya bertanya pada Alisya. Senyuman yang terpatri di wajah Alisya membuat Jeffry tak kuasa menahan dimple di pipinya untuk ikut menyusut se irama.
"Eh Jeffry. Abis ngegym ya? Aku mau ke kampus sih." Alisya menjawab dengan langkah kaki yang ikut berjalan mendekat ke arah Jeffry. Hal ini tentu saja menyebabkan jantung Jeffry berdegup kencang tidak karuan.
"Iya Lis, lo ada kelas jam berapa emangnya?"
Alisya melirik sebentar arloji yang terpasang di tangan kirinya. "Emm setengah jam lagi Jef—" Ia kembali meletakkan atensinya pada Jeffry. "Kenapa?"
Jeffry tampak ragu mengeluarkan suara. Mungkin saja Alisya tidak setuju dengan idenya ini. "Bareng gue aja gimana, gue cuma tinggal pake jaket kok. Soalnya gue mau ke toko elektronik deket kampus lo, beli lampu."
Tidak sesuai dengan pemikiran Jeffry. Alisya justru mengangguk dengan pasti. "Ayok, aku tunggu—"
"MBAKKK ALISYA DIMANAA???" Suara teriakkan Haidar mengalun mulus di telinga dua insan itu. "Eh gajadi deh Jef. Aku ada janji sama Haidar hari ini, kapan-kapan aja ya." Mimik wajah Jeffry berubah seketika. Ia merutuki nasibnya hari ini.
"Gue tunggu, Lis." ucapannya berjalan bersama dengan kepergian Alisya ke arah sumber suara Haidar berada.
"MATI LO ABIS INI DAR."
Para laki-lali di rusun alchana hari ini sedang berkumpul bersama, sembari minum kopi di depan teras rumah milik Jordan. Jordan yang sedang bergurau bersama yang lain menyadari kejanggalan pada ekspresi wajah Jeffry saat ini.
Bagaimana ia tidak sadar jika sedari datang hingga satu jam berlalu tidak ada satu pun kata yang terlontar dari mulut Jeffry. Wajahnya juga ikut datar seperti dompetnya. "WOIII." gertakan Jordan membuat Jeffry tersadar dari lamunan panjangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RUSUN ALCHANA (ON GOING)
Fanfictionkisah-kasih di rusun alchana☺️ kalau mau tau lebih lanjut, langsung baca aja ! mari have fun sepuasnya bersama kita bahagia. local story ! #1 lalisa
